JawaPos.com - Kata amfibi pasti sudah tak asing lagi di telinga kita. Amfibi biasanya didefiniskan sebagai hewan yang mampu hidup di dua alam, yaitu daratan dan perairan. Kata amfibi sendiri berasal dari bahasa Yunani amphibios yang berarti menjalani kehidupan ganda.
Namun faktanya kehidupan hewan amfibi tak hanya sesederhana antara hidup di dua alam. Hewan kategori ini memiliki fakta-fakta menarik tentang ciri fisik maupun cara hidup mereka.
Berikut analisa fakta menarik hewan amfibi yang mungkin jarang diungkap:
1. Bagian dari Hewan Vertebrata
Iya, hewan amfibi merupakan salah satu kelas dari hewan vertebrata. Hewan vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki tulang punggung. Selain hewan amfibi, hewan vertebrata terbagi menjadi mamalia, reptil, unggas, dan ikan.
2. Lebih Dominan Hidup di Salah Satu Alam
Meskipun mampu hidup di dua alam, beberapa hewan amfibi lebih nyaman untuk hidup di salah satunya, entah itu perairan maupun daratan. Contoh amfibi yang hidup di perairan seperti katak dan kodok.
3. Sering Disamakan Dengan Reptil
Meskipun sama-sama hewan berdarah dingin, reptil dan amfibi merupakan dua jenis hewan yang berbeda. Hewan reptil seperti ular maupun buaya bernapas dengan paru-paru dari lahir sampai dewasa . Sedangkan amfibi terlahir dengan insang, lalu tumbuh paru-paru ketika bertumbuh dewasa.
Contohnya katak yang bernapas dengan insang ketika fase berudu. Lalu ketika dewasa akan mampu bernapas dengan paru-paru dan kulit. Hal ini juga terjadi pada amfibi jenis lain yaitu salamander
4. Berdarah Dingin
Amfibi memiliki kesamaan dengan reptil, yaitu berdarah dingin. Hewan amfibi memiliki suhu tubuh yang sama dengan lingkungannya. Mereka tidak bisa menghasilkan panas secara internal, sehingga membutuhkan lingkungan yang tepat.
5. Metamorfosis
Bukan hanya serangga, amfibi juga melakukan metamorfosis dalam siklus hidupnya. Contoh mudahnya katak, yang mengalami beberapa fase. Mulai dari telur, berudu, katak muda (katak berekor), hingga katak dewasa yang tidak memiliki ekor.
6. Memiliki Permukaan Kulit Berlendir
Menjadi salah satu perbedaan paling mencolok antara amfibi dan reptil, yaitu tekstur permukaan kulit mereka. Reptil memiliki permukaan kulit kasar dan bersisik. Sedangkan permukaan kulit amfibi berlendir dan lembab, yang memiliki fungsi menjaga kelembaban dan suhu tubuh.
Dalam Buku Amfibi dan Reptil Sumatera Selatan karya Mirza D. Kusrini, tiap jenis amfibi anura (katak dan kodok) memiliki corak yang berbeda di permukaan kulit mereka. Hal ini juga dipengaruhi oleh lingkungan mereka hidup. Kodok Buduk Hutan memiliki corak loreng yang mirip dengan warna hutan.
7. Terbagi Menjadi 3 Jenis
Kelas amfibi terbagi menjadi 3, yaitu anura, caudata, dan gymnophiona. Jenis anura adalah yang paling banyak ditemukan di Indonesia, yaitu katak dan kodok. Contoh amfibi caudata adalah salamander yang memiliki bentuk seperti kadal. Amfibi jenis caudata seperti salamander dan axolotl tidak ditemukan di Indonesia.
Sedangkan terakhir yaitu gymnnophiona adalah jenis amfibi yang mirip dengan cacing besar. Mereka hidup di daerah perairan maupun di dalam tanah basah. Mereka memiliki kepala yang keras yang berfungsi untuk menggali tanah.
Editor : Hendra