Pasar Cimanggis Mulai Dibersihkan Usai Ledakan Tewaskan 2 Orang

Antara • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 08:20 WIB
Pembersihan kawasan Pasar Cimanggis dilakukan setelah tim forensik menyelesaikan olah TKP. Polisi masih mendalami penyebab ledakan yang menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya. (Antara)
Pembersihan kawasan Pasar Cimanggis dilakukan setelah tim forensik menyelesaikan olah TKP. Polisi masih mendalami penyebab ledakan yang menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya. (Antara)

JawaPos.com - Kepolisian mulai membersihkan kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, setelah ledakan yang menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan aktivitas perdagangan warga yang sempat terganggu.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, pembersihan dimulai setelah tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Tim dari Puslabfor Mabes Polri dan Ditreskrimum Polda Metro sudah selesai melakukan olah TKP. Sesuai arahan Kapolres Tangsel, area yang terdampak langsung dibersihkan dan diperbaiki agar kawasan ini dapat segera kembali digunakan untuk aktivitas perdagangan," kata Bambang di Tangerang, Kamis.

Menurut Bambang, pembersihan dan perbaikan kawasan terdampak diharapkan dapat mempercepat pemulihan kegiatan ekonomi masyarakat.

Dia menjelaskan, Pasar Cimanggis merupakan salah satu pusat perdagangan yang ramai dengan aktivitas jual beli sejak sore hingga menjelang subuh.

"Pasar ini menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat. Aktivitas jual beli di sini sangat padat, dimulai dari sore hingga pagi menjelang subuh tanpa henti," ujarnya.

Bambang berharap proses pembersihan dan perbaikan segera rampung sehingga para pedagang dapat kembali menjalankan usaha mereka.

Meski pemulihan kawasan telah dimulai, penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan masih berlangsung. Penanganan perkara selanjutnya diserahkan kepada Satreskrim Polres Tangerang Selatan.

"Proses penanganan dan pembuktian hukum selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tangerang Selatan untuk mengungkap penyebab pasti insiden," katanya.

Polisi Amankan 18 CCTV

Sebelumnya, Puslabfor Bareskrim Polri bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan 18 kamera pengawas atau CCTV dari sejumlah titik di sekitar lokasi ledakan. Pengamanan dilakukan saat olah TKP lanjutan pada Kamis (15/10).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Imron Ermawan mengatakan, rekaman CCTV akan diperiksa untuk mengetahui situasi sebelum ledakan terjadi, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

"Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring mengatakan, petugas menemukan sejumlah komponen di lokasi kejadian. Temuan tersebut antara lain tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, potongan selang penyalur gas, dan sebuah dinamo.

"Kami menemukan ada sebuah tabung, tabung gas isi 50 kilo. Itu tabung gas etilen," kata Jakaria.

Petugas masih memeriksa instalasi listrik dan kondisi dinamo untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan yang dapat memicu percikan api.

Hingga Kamis (15/10), polisi mencatat 13 korban dalam insiden tersebut. Dua orang meninggal dunia, sedangkan 11 lainnya menjalani perawatan di tiga rumah sakit.

Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan. Hasil pemeriksaan barang bukti dan rekaman CCTV diharapkan membantu penyidik mengungkap kronologi serta pemicu insiden tersebut.

Editor : Hendra
Sumber : Antara
Pasar Cimanggis Ledakan Pasar Cimanggis Puslabfor Polri tangerang selatan polda metro jaya