JawaPos.com– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar kick off Semarak Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan menyiapkan 14 kejuaraan dan berbagai kompetisi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HSN yang jatuh setiap 22 Oktober.
Ketua PCNU Kota Tangsel KH Abdullah Mas’ud mengatakan, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi tersebut menjadi salah satu tonggak perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Namun, menurut dia, tantangan yang dihadapi santri saat ini berbeda dengan masa perjuangan fisik. Santri perlu mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan perkembangan zaman.
”Jika dulu para santri berjuang ikut jihad berperang fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan, maka pada hari ini medannya sudah berbeda. Tantangan santri kini antara lain dekadensi moral, akhlak, kebodohan, kemiskinan, hingga perkembangan teknologi informasi. Kini saatnya santri bergerak untuk resolusi peradaban,” ujar Abdullah Mas’ud dalam keterangannya Selasa (13/10).
Dia menegaskan, pesantren harus terus berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat modern. Semangat Resolusi Jihad yang dahulu menggerakkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan perlu dilanjutkan melalui Resolusi Peradaban.
”Jika jihad fisik sudah selesai, sekarang saatnya jihad melawan kebodohan, kemiskinan, dan tantangan teknologi informasi dalam mengisi kemerdekaan RI sekaligus membangun peradaban,” katanya.
Acara tersebut dihadiri Rais Syuriah PCNU Tangsel KH Himam Muzzahir, Sekretaris Syuriah KH Ahmad Syarif Hidayat, Sekretaris Tanfidz PCNU KH Fikri Hakim, serta para ketua dan sekretaris Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kota Tangsel.
Dalam rangkaian Semarak HSN 2026, PCNU Tangsel menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya istighotsah, refleksi Resolusi Jihad, bahtsul masail, Musabaqah Tilawatil Kutub, Musabaqah Hifzil Hadis, pemilihan dai cilik (Pildacil), doa dan zikir bersama untuk Palestina, serta kompetisi bulu tangkis.
PCNU Tangsel juga meluncurkan sembilan Gerakan Santri yang mencakup sejumlah bidang strategis, seperti kesehatan, ekonomi, pengelolaan zakat melalui Lazisnu, pendidikan, dan sektor pembangunan lainnya.
Selain memeriahkan peringatan Hari Santri, berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana konsolidasi pengurus dan badan otonom (banom) di lingkungan PCNU Tangsel.
Abdullah Mas’ud juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk berpartisipasi aktif dalam peringatan Hari Santri. Menurut dia, meskipun kini telah ditetapkan sebagai peringatan nasional, Hari Santri memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan perjuangan NU.
”Hari Santri ini milik Nahdlatul Ulama, tapi sekarang sudah menjadi hari besar nasional. Untuk itu, kalau warga NU tidak merayakan Hari Santri ini, ya pasti memprihatinkan,” pungkasnya.
Editor : Hendra