JawaPos.com - Marco Bezzecchi baru saja mencatatkan sejarah manis usai meraih kemenangan di MotoGP Mandalika pada hari Minggu, 11 Oktober 2026. Kemenangan ini sekaligus menjadi podium tertinggi ke-300 bagi para pembalap Italia di kelas utama MotoGP.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (12/10), ini merupakan kali pertama pembalap tim Aprilia itu kembali menjuarai balapan sejak kemenangan terakhirnya di Mugello pada Mei 2026. Momen ini terasa sangat emosional setelah ia berjuang melewati masa-masa sulit dan rentetan cedera.
Hasil manis di Mandalika ini menjadi titik balik penting bagi Bezzecchi untuk menjaga persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini.
Jalan menuju kemenangan tersebut tidaklah mudah. Pada awal balapan, Bezzecchi harus berhadapan dengan tekanan sengit dari Raul Fernandez yang sempat tampil dominan dan memimpin balapan selama beberapa putaran.
Baca Juga: Jorge Martin Dipastikan Absen di MotoGP Thailand 2025 karena Pemulihan Cedera Lengan Kiri
Namun, setelah menemukan ritme balap yang pas, pembalap asal Italia ini berhasil menjaga jarak, melakukan manuver overtake dengan mulus untuk mengambil alih posisi terdepan, dan mempertahankannya hingga garis finish.
Bezzecchi mengaku sangat bahagia dengan hasil ini dan menegaskan komitmennya untuk terus tampil maksimal di sisa musim. Kemenangan di Mandalika ini sekaligus menjadi kemenangan ke-11 bagi Bezzecchi di kelas utama.
Uniknya, seluruh 11 kemenangan tersebut diraih di 11 sirkuit yang berbeda, menjadi pencapaian langka yang sebelumnya juga pernah dicatatkan oleh legenda balap Freddie Spencer.
Meskipun menang, Bezzecchi masih terpaut 46 poin dari Jorge Martin di papan klasemen sementara. Ia menyadari bahwa perjalanannya untuk merebut gelar juara dunia masih membutuhkan perjuangan ekstra keras.
Selain mengukir sejarah baru bagi Italia, Bezzecchi juga sempat mengenang beberapa kemenangan ikonik pembalap Italia lainnya dalam sejarah MotoGP, seperti momen Valentino Rossi di Welkom (2004) dan Laguna Seca (2008), hingga aksi Francesco Bagnaia di Sepang pada 2024 lalu.
Editor : Candra Mega Sari