Kuliah Umum di UMSU, Kapolri Tekankan Peran Pemuda Hadapi Era AI

Dhimas Ginanjar • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 13:41 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (28/9/2026). (Mabes Polri)
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (28/9/2026). (Mabes Polri)

JawaPos.com - Perubahan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) berlangsung semakin cepat dan membawa tantangan yang semakin kompleks. Di tengah perubahan tersebut, generasi muda memiliki ruang besar untuk mempersiapkan diri, mengembangkan kemampuan, dan mengambil peran dalam membangun masa depan Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026, Senin (28/9/2026).

Kapolri menekankan bahwa pemimpin masa depan harus mampu membaca arah perubahan dan mengoptimalkan potensi diri untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kemampuan tersebut semakin penting ketika teknologi terus mengubah cara masyarakat bekerja, berinteraksi, dan memperoleh informasi.

Karena itu, mahasiswa didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kapolri mengajak generasi muda terus mengembangkan ilmu dan kemampuan beradaptasi, membangun karakter dan integritas, menguasai teknologi secara bijak dan produktif, serta berani berkarya dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Perkembangan teknologi juga membawa tantangan di ruang digital. Dalam paparannya, Kapolri menyoroti tingginya penggunaan media sosial di Indonesia yang belum sepenuhnya diikuti literasi digital yang memadai.

Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan terhadap hoaks, disinformasi, pencurian data, deepfake, phishing, dan berbagai bentuk kejahatan digital. Karena itu, pemuda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keamanan di ruang digital.

Mahasiswa didorong menangkal hoaks dan provokasi, menjaga kerukunan, serta menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan. Kontribusi pemuda juga tidak berhenti di ruang digital.

Di lingkungan kampus, mahasiswa memiliki peran dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, membangun budaya akademik yang sehat, serta mengembangkan kompetensi dan prestasi. Di luar kampus, pemuda diharapkan menjadi agen perubahan, mendukung program pembangunan sesuai bidang keilmuan, mendorong kemajuan masyarakat, dan mengembangkan kewirausahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Peran tersebut semakin strategis karena Indonesia memiliki momentum bonus demografi pada 2030–2035. Dalam paparannya, Kapolri menempatkan pendidikan berkualitas dan peningkatan keterampilan sebagai bagian penting untuk memastikan Indonesia mampu memanfaatkan potensi sumber daya manusianya.

Perubahan bukan sesuatu yang hanya perlu dihadapi, tetapi harus dipahami dan direspons dengan kesiapan. Pemuda yang memiliki ilmu, karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam perjalanan bangsa.

“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia.”

Karena itu, masa pendidikan menjadi bagian penting dari proses menyiapkan pemimpin masa depan. Dari kampus hari ini, generasi muda dipersiapkan untuk membaca perubahan, mengoptimalkan potensi diri, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara menuju Indonesia Emas 2045.

Editor : Dhimas Ginanjar
umsu muhammadiyah ai