Kartu Kredit Indonesia Tembus 32 Ribu, Transaksi Capai Rp18,7 Miliar

Muhtamimah • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 11:03 WIB
Ilustrasi kartu kredit - BI mencatat 32.457 Kartu Kredit Indonesia telah diterbitkan hingga September 2026. Transaksi mencapai Rp18,7 miliar. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi kartu kredit - BI mencatat 32.457 Kartu Kredit Indonesia telah diterbitkan hingga September 2026. Transaksi mencapai Rp18,7 miliar. (Dok. Istimewa)

JawaPos.com - Implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) mendapat respons positif sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat sebanyak 32.457 kartu telah diterbitkan perbankan hingga saat ini.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, penerbitan KKI mendapat respons positif dari masyarakat. Saat ini, terdapat tujuh bank yang telah menerbitkan KKI.

Dari total kartu yang telah diterbitkan, hampir 8 ribu kartu tercatat aktif digunakan untuk bertransaksi. BI mencatat transaksi KKI secara keseluruhan mencapai 38.800 transaksi dengan nilai Rp18,7 miliar.

Dengan demikian, rata-rata nilai transaksi atau ticket size KKI berada di kisaran Rp482 ribu.

“Dari delapan first mover, yang paling aktif itu memang BCA sekitar 28 ribu pengguna. Disusul BRI dan Bank Permata masing-masing 1.500,” ungkap Fili di Jakarta, kemarin (27/9).

KKI Jadi Alternatif Sumber Dana QRIS

Filianingsih menjelaskan, KKI memberikan alternatif sumber dana dalam transaksi QRIS. Selama ini, pembayaran menggunakan QRIS umumnya langsung mengambil dana dari rekening tabungan atau uang elektronik pengguna.

Dengan KKI, pembayaran dapat dilakukan terlebih dahulu dan dibayarkan kemudian. Namun, Filianingsih menekankan bahwa fasilitas tersebut tetap merupakan kartu kredit yang memiliki konsekuensi bunga apabila pembayaran tidak dilakukan secara penuh.

“Jadi belanjanya sekarang bayarnya mungkin sebulan kemudian. Kalau dibayar lunas nggak kena bunga, tapi kalau nggak dibayar lunas ya kena bunga. Bank gitu ya, ada harganya,” tuturnya.

Implementasi KKI ke depan akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama berupa kartu kredit digital yang digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi QRIS.

Pada tahap kedua, kartu kredit digital akan dapat digunakan untuk pembayaran secara daring, termasuk transaksi di e-commerce. Setelah itu, tahap ketiga ditandai dengan penerbitan kartu fisik.

Filianingsih mengatakan, pengembangan KKI diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Fasilitas tersebut juga dapat berfungsi sebagai consumption buffer atau penyangga kebutuhan konsumsi dalam kondisi tertentu.

Dia mencontohkan mahasiswa atau anak kos yang belum menerima kiriman dana. Dengan adanya fasilitas pembayaran tersebut, kebutuhan dapat tetap dipenuhi terlebih dahulu dan pembayaran dilakukan setelah dana tersedia.

“Ini sebetulnya digunakan untuk membantu teman-teman yang butuh saat ini juga,” tambahnya.

QRIS Antarnegara Catat Net Inbound Rp4,6 Triliun

Selain KKI, penggunaan QRIS Antarnegara juga menunjukkan perkembangan positif. BI mencatat layanan tersebut didominasi wisatawan mancanegara yang bertransaksi di Indonesia.

Saat ini, konektivitas QRIS Antarnegara telah terhubung dengan enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Sejak diluncurkan hingga Agustus 2026, transaksi wisatawan mancanegara atau inbound mencapai 17,8 juta transaksi dengan total nilai Rp6,20 triliun.

Sementara itu, transaksi wisatawan Indonesia di luar negeri atau outbound tercatat 5 juta transaksi dengan nilai Rp1,85 triliun.

Dengan capaian tersebut, transaksi QRIS Antarnegara mencatat net inbound sebesar Rp4,60 triliun.

“Kalau kita lihat, kita mengalami net inbound. Artinya, lebih banyak orang asing dari enam negara itu yang datang ke Indonesia daripada orang Indonesia yang pergi ke negara-negara itu,” kata Fili.

Filianingsih menambahkan, perkembangan transaksi pada Agustus juga menunjukkan pola berbeda antara inbound dan outbound.

Transaksi outbound tercatat sedikit menurun seiring berkurangnya aktivitas masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Sebaliknya, transaksi inbound terus mengalami peningkatan.

“Jadi yang Indonesia yang pergi ke luar sedikit menurun. Tetapi, yang inbound terus naik,” pungkasnya.

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Kartu Kredit Indonesia KKI QRIS Antarnegara qris bank indonesia