Blokade Pelabuhan Ketapang Berujung Tragis, Ibu Hamil Terpaksa Melahirkan di Situbondo

jpg • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 10:57 WIB
Blokade Pelabuhan Ketapang memicu kemacetan hingga 13 kilometer. Rujukan ibu hamil terganggu hingga akhirnya melahirkan di Situbondo. (Dok. BPTD)
Blokade Pelabuhan Ketapang memicu kemacetan hingga 13 kilometer. Rujukan ibu hamil terganggu hingga akhirnya melahirkan di Situbondo. (Dok. BPTD)

JawaPos.com - Kemacetan panjang akibat blokade sopir ekspedisi di pintu keluar Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, mengganggu proses rujukan seorang ibu hamil. Pasien asal Desa Wongsorejo itu akhirnya menjalani persalinan di Situbondo setelah kendaraan yang membawanya tak mampu menembus antrean.

Dikutip dari Radar Banyuwangi Jawa Pos Grup, Plt Kepala Puskesmas Wongsorejo Yusuf mengatakan, pasien awalnya hendak dirujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi. Namun, hingga Sabtu (26/9) sekitar pukul 00.00, kendaraan yang membawa pasien masih terjebak kemacetan di sekitar Jembatan Timbang Watu Dodol.

Jarak dari lokasi tersebut menuju RSUD Blambangan sekitar 13,5 kilometer. Dalam kondisi normal, perjalanan hanya membutuhkan waktu 25–30 menit.

Karena jalur tidak bisa ditembus, kendaraan yang membawa pasien akhirnya berbalik menuju RS Mitra Sehat, Situbondo. Pasien kemudian menjalani persalinan di rumah sakit tersebut.

Tiket KA Hangus

Kemacetan akibat blokade juga berdampak pada perjalanan penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Ketapang. Jadwal penyeberangan tertunda berjam-jam sehingga sejumlah wisatawan harus mengubah rencana perjalanan.

Bahkan, tiket kereta api (KA) yang telah dibeli sebagian penumpang hangus akibat keterlambatan tersebut.

“Saya dua kali mengubah jadwal kereta. Rencana naik KA Probowangi terpaksa diganti KA Sritanjung, tapi tetap tidak bisa menyeberang sampai malam,” ujar wisatawan asal Surabaya Patria.

Keluhan serupa disampaikan Sabari, sopir truk asal Magelang. Kendaraannya terjebak kemacetan sejak pukul 17.00 dan belum bisa keluar dari area pelabuhan hingga malam.

Blokade pintu keluar pelabuhan baru dibuka sekitar pukul 20.00 setelah dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama.

Antrean Kendaraan Capai 13 Kilometer

Dampak kemacetan masih terasa setelah blokade dibuka. Berdasarkan laporan Satuan Pelayanan Balai Pengelola Transportasi Darat (Satpel BPTD) Ketapang pukul 08.00, antrean kendaraan menuju pelabuhan mencapai 13 kilometer.

Kepadatan mengular hingga kawasan sekitar pintu masuk Pantai Kampe, Desa Bangsring.

Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran BPTD Satpel Ketapang Rahut Sianturi menjelaskan, kepadatan terjadi karena kendaraan yang sebelumnya tertahan akibat blokade belum seluruhnya dapat diberangkatkan.

Setelah blokade dibuka, kantong parkir di dalam Pelabuhan ASDP Ketapang dan Dermaga Bulusan dipenuhi kendaraan pribadi hingga truk logistik.

Untuk mengurai antrean, BPTD bersama ASDP mempercepat operasional kapal. Sebanyak 23 kapal dikerahkan, terdiri atas 14 kapal di dermaga Moveable Bridge (MB) dan sembilan kapal di dermaga Landing Craft Machine (LCM).

“Kami juga mencoba memanggil dua kapal perbantuan untuk mengurai kepadatan, karena kemarin sudah sempat lancar dan ini kembali padat. Di Gilimanuk juga terjadi antrean kendaraan,” ujar Rahut.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, pihaknya fokus mempercepat dan memperkuat operasional penyeberangan di kedua sisi.

Upaya penguraian antrean tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran. (fre/aif/aph)

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran, Radar Banyuwangi
Pelabuhan Ketapang Blokade Sopir Ekspedisi banyuwangi kemacetan ibu hamil