Harga Emas Dunia Rebound, Tapi Tekanan Bearish Belum Reda

M. Salsabil Adn • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 11:46 WIB
Ilustrasi - Harga emas dunia rebound lebih dari 2 persen, tetapi tren bearish masih membayangi. Emas Antam justru menguat ke Rp2,623 juta per gram. HANUNG HAMBARA/JAWA POS
Ilustrasi - Harga emas dunia rebound lebih dari 2 persen, tetapi tren bearish masih membayangi. Emas Antam justru menguat ke Rp2,623 juta per gram. HANUNG HAMBARA/JAWA POS

JawaPos.com – Harga emas dunia berpotensi kembali menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan. Meski sempat rebound lebih dari 2 persen dalam beberapa hari terakhir, tren teknikal XAU/USD masih menunjukkan kecenderungan bearish.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, harga emas saat ini tertahan di sekitar resistance pertama pada level USD 4.357. Level tersebut menjadi salah satu titik penting yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.

”Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas zona resistance kuat 4.357 hingga 4.403, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut,” kata Geraldo kemarin (18/9).

Jika XAU/USD gagal melewati zona tersebut, harga emas berpeluang kembali melemah. Support terdekat berada pada level USD 4.282 yang perlu dicermati apabila tekanan jual meningkat pada pekan depan.

Dari sisi teknikal, Geraldo juga melihat pola pada grafik harian (d). Pola tersebut menjadi salah satu indikator yang mendukung potensi pelemahan apabila struktur bearish masih bertahan.

Namun, harga emas dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pemulihan. Harga sempat rebound lebih dari 2 persen ketika dolar AS, yield US Treasury 10 tahun, dan harga minyak melemah.

“Kondisi tersebut membantu mengurangi tekanan terhadap emas,” jelasnya.

Pemulihan tersebut masih perlu dilihat dalam konteks tren harian yang lebih besar. Dari sisi fundamental, Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin.

Sinyal kebijakan The Fed juga masih cenderung ketat. Sebanyak 16 dari 18 pembuat kebijakan memproyeksikan setidaknya satu kenaikan tambahan hingga akhir 2026.

“Untuk pekan depan, kami memperkirakan fokus pasar akan tertuju pada keseimbangan antara sentimen hawkish The Fed, perkembangan USD, serta yield US Treasury. Jika dolar dan yield kembali meningkat, peluang tekanan bearish terhadap emas dapat semakin besar,” ujar Geraldo.

Antam Menguat

Di pasar domestik, pergerakan emas Antam masih menunjukkan tren berbeda dalam jangka pendek. Berdasarkan data laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sempat terkoreksi pada pertengahan pekan sebelum kembali menguat signifikan.

Harga emas Antam ukuran 1 gram pada awal pekan berada di kisaran Rp2.602.000. Harga kemudian turun menjadi Rp2.592.000 pada 16 September. Namun, penguatan terjadi menjelang akhir pekan. Pada Jumat (18/9), logam mulia melonjak hingga Rp2.623.000 per gram. (bil/dio)

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Emas Dunia XAU/USD the fed harga emas emas antam