JawaPos.com — Tidak hanya puluhan jemaah umrah asal Jombang, Jawa Timur, terlantar di Arab Saudi. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga menemukan hampir 4.000 calon jemaah tercatat melalui PT Annisa Ahmada Travelindo.
Karena itu, Kemenhaj memblokir akses Sistem Komputerisasi Pengawasan Rumah Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) milik travel tersebut. Pemblokiran resmi dilakukan sejak 17 September 2026.
Dikutip dari Jawa Pos Radar Jombang, Menhaj KH Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa pemerintah masih menunggu proses pemeriksaan sebelum mengambil keputusan terkait pencabutan izin. Pada Kamis (17/9) siang, Gus Irfan juga sempat mendatangi langsung kantor pusat travel tersebut di Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang, sekitar pukul 14.00–14.30 WIB.
“Ternyata kantornya tutup, digembok,” katanya.
Tiket Kepulangan
Perhatian Kemenhaj terhadap travel tersebut mencuat setelah muncul sejumlah persoalan yang dialami jemaah umrah. Salah satunya terjadi pada awal bulan ini. Saat itu, sekitar 200 calon jemaah umrah yang dikoordinasikan KBIHU Muslimat Jombang telah berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin, Alun-Alun Jombang.
Namun, keberangkatan mereka tidak terlaksana sesuai jadwal. Persoalan berlanjut setelah jemaah tiba di Arab Saudi. Sebagian jemaah belum mendapatkan tiket kepulangan. Mereka juga sempat menghadapi persoalan akomodasi.
Gus Irfan menyebutkan, sebanyak 53 jemaah akhirnya pulang pada Rabu (16/9) menggunakan tiket yang dibeli dengan uang pribadi. Kemudian, Kamis (17/9) pagi, sebanyak 29 jemaah kembali diberangkatkan pulang dengan kondisi serupa.
Skala persoalannya, lanjut Gus Irfan, sangat serius. “Laporan yang masuk sementara ke kami ada hampir 4.000 calon jemaah umrah yang terdaftar di travel ini. Jika kita asumsikan semua rata-rata membayar Rp 30 juta, itu artinya Rp 120 miliar yang harus dipertanggungjawabkan oleh travel ini,” jelasnya. (ang/naz/ttg)
Editor : HendraSumber : Jawa Pos Koran