Menanti Kabar Suami, Anita Empat Malam Bertahan di Posko KM Virgo

Ilham Dwi Ridlo Wancoko • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 14:20 WIB
Anita empat malam bertahan di posko KM Virgo demi menanti kabar suami. Tim SAR kembali mencari korban melalui jalur udara dan laut. (Azami Ramadhan/Jawa Pos)
Anita empat malam bertahan di posko KM Virgo demi menanti kabar suami. Tim SAR kembali mencari korban melalui jalur udara dan laut. (Azami Ramadhan/Jawa Pos)

JawaPos.com Keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan masih mendatangi posko informasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, kemarin (17/9). Sebagian bahkan rela bermalam di pelabuhan demi mendapatkan kabar keselamatan kerabat mereka.

Jiono dan sang ipar, Anita Margi Utami, misalnya. Keduanya bolak-balik melihat papan pengumuman untuk mencari nama Agus Ribut Setio Budi, salah satu korban yang hingga kini belum ditemukan.

Anita mengaku semakin bingung karena nama suaminya tidak tercatat pada manifes penumpang KM Virgo Transport 8. Padahal, dia menyimpan foto tiket perjalanan suaminya. ”Operator juga membenarkan keabsahan tiket tersebut,” ucapnya sembari menahan tangis.

Komunikasi terakhir Anita dengan Agus terjadi pada Sabtu (12/9) siang, sebelum kapal bertolak menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Saat itu, Agus sempat mengatakan bahwa perjalanan menyeberangi lautan kali ini akan memakan waktu lebih lama dari biasanya.

”Suami ngomong kalau perjalanan ini lama,” ujar warga Dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang itu.

Di sisi lain, kakak Agus, Jiono, telah menjalani pengambilan sampel usap untuk tes DNA forensik di Posko DVI. Sampel tersebut disiapkan sebagai pembanding apabila petugas menemukan jenazah yang belum teridentifikasi.

”Tes ini kami siapkan untuk hal darurat, tapi doa kami, ingin adik saya ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Jiono.

Keluarga sempat menggantungkan harapan proses evakuasi kapal perang KRI yang dijadwalkan membawa korban dapat memberikan kabar tentang Agus. Namun, hingga malam keempat, belum ada informasi mengenai keberadaan adiknya.

Keterbatasan biaya juga menjadi kendala Jiono untuk segera terbang ke Banjarmasin. Sebagai sopir, dia harus menyiapkan biaya perjalanan dan sejumlah kebutuhan lainnya.

”Tapi, saya mungkin yang akan berangkat ke Banjarmasin dalam waktu dekat,” sambungnya.

Keluarga penumpang lainnya, Fredy Manuhua, juga masih bertahan di posko. Dia menunggu kepastian adiknya yang turut berada di KM Virgo Transport 8.

”Belum ada kabar. Saya yakin adik saya selamat,” ujarnya.

Pencarian Jalur Udara dan Laut

Memasuki hari kelima, tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian melalui jalur udara dan laut. SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana menjelaskan, petugas menggunakan helikopter milik Basarnas, Polri, dan TNI AL dengan cakupan area seluas 1.489 nautical mile (NM) persegi.

Sementara itu, untuk jalur laut, kapal membagi jangkauan menjadi empat sektor utama dengan total luas area pencarian mencapai sekitar 5.600 NM persegi. Dari pencarian itu, petugas menemukan satu unit life raft yang diduga milik kapal tersebut di perairan Kuala Pembuang.

Cuaca yang berubah cepat menjadi salah satu tantangan tim di lapangan. Setelah kondisi cuaca membaik, proses pencarian terhadap 129 penumpang kembali dilanjutkan.

”Basarnas menegaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan akan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dan pertolongan hingga seluruh korban dapat ditemukan,” tegas Sudayana. (zam/shl/idr/aph)

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Basarnas KM Virgo Transport 8 Pencarian Korban Kecelakaan Kapal tanjung perak