Telanjur Pamitan ke Tetangga, Gagal Berangkat Umrah

jpg • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 13:26 WIB
Ilustrasi - Puluhan calon jemaah umrah mengaku telantar 10 hari di hotel setelah keberangkatan dari Sidoarjo tertunda. Mereka meminta kepastian dari pihak travel. HANUNG HAMBARA/JAWA POS
Ilustrasi - Puluhan calon jemaah umrah mengaku telantar 10 hari di hotel setelah keberangkatan dari Sidoarjo tertunda. Mereka meminta kepastian dari pihak travel. HANUNG HAMBARA/JAWA POS

JawaPos.com — Puluhan calon jemaah umrah menggeruduk kantor biro perjalanan haji dan umrah Kiswah Haramain Travelindo di Desa Grogol, Tulangan, Sidoarjo, Sabtu (5/9). Mereka telah membayar tiket dan mendapat jadwal keberangkatan ke Tanah Suci. Namun, rencana tersebut meleset tanpa kejelasan.

"Saya sudah sepuluh hari di-PHP-in. Katanya berangkat, ini tidak berangkat-berangkat," ucap salah seorang calon jemaah umrah asal Situbondo yang mendatangi rumah Romlayati di Tulangan, Sidoarjo, pekan lalu.

Dia menggeruduk rumah sekaligus kantor biro perjalanan itu bersama puluhan calon jemaah umrah karena tidak mendapat kejelasan keberangkatan.

Selain Sidoarjo, mereka berasal dari Jakarta, Situbondo, Probolinggo, Gresik, dan Surabaya. Mereka telah membayar Rp 35 juta hingga Rp 46 juta untuk paket perjalanan umrah dan dijanjikan terbang ke Tanah Suci pada 28 Agustus 2026.

Pada 25 Agustus 2026, mereka datang ke meeting point pemberangkatan dan menginap di Hotel Sinar, Sidoarjo, tak jauh dari Bandara Juanda Surabaya. Hingga hari keberangkatan, mereka masih diminta tinggal di hotel karena visa belum terbit.

Pihak travel menjanjikan visa keluar pada Kamis (3/9) dan bakal memberangkatkan jemaah secara bertahap pada Jumat (4/9) dan Sabtu (5/9). Namun, hingga tanggal tersebut, tidak ada yang diberangkatkan.

Karena tidak ada kejelasan tanggal keberangkatan, mereka mendatangi rumah Romlayati. Di rumah tersebut, mereka menumpahkan kekecewaan.

Ada yang meminta tetap berangkat karena sudah telanjur pamitan kepada keluarga dan tetangga. Ada pula yang meminta uang dikembalikan.

Kondisi semakin memanas ketika pihak travel mengaku tidak memiliki biaya untuk memberangkatkan jemaah umrah sesuai kesepakatan awal.

"Pak polisi amankan orang ini, Pak," ucap seorang pria kepada anggota Polsek Tulangan, Sidoarjo, yang berusaha mengendalikan amarah calon jemaah.

Mereka dan pihak travel dibawa ke Mapolsek Tulangan untuk dimediasi.

Haji Furada Bayar Rp 250 Juta + Rp 100 Juta

Selain calon jemaah umrah, ada juga yang menjadi korban janji haji furada. Dia adalah Roby Eko Purwanto, warga Sukodono, Sidoarjo.

Pria 42 tahun itu mengaku menjadi korban penipuan pemberangkatan haji furada tahun ini.

"Saya kenal karena sering rental mobil di kami. Saya ditawari haji plus tahun ini, tapi gagal berangkat," katanya Kamis (10/9).

Roby telah membayar Rp 450 juta untuk keberangkatan haji furada tiga orang.

Setelah melunasi biaya tersebut, Roby diberitahu adanya syarat tambahan. Untuk bisa ikut haji furada, dia harus umrah terlebih dahulu.

"Biar bisa jadi penduduk sana (Arab Saudi, Red)," ucapnya.

Dia pun menuruti dan menjalani umrah pada Januari 2026 dengan membayar biaya tambahan Rp 26 juta per orang.

Namun, setelah memenuhi persyaratan tersebut, Roby beserta istri dan ibunya tetap gagal berangkat tanpa alasan yang jelas.

Pada 2 April 2026, tiba-tiba Roby dihubungi bahwa dia akan diikutkan travel lain agar bisa berangkat tahun ini.

"Tapi minta tambahan Rp 100 juta. Saya tidak mau karena akad awal Rp 450 juta," katanya.

Hingga akhirnya, Roby tidak berhasil berangkat. Dia pun melaporkan pemilik travel ke Polresta Sidoarjo. (eza/eko)

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Sidoarjo Kiswah Haramain Travelindo Haji Furada Penipuan Travel umrah