QRIS Bisa Dipakai di Arab Saudi Tahun Ini, Jemaah Haji dan Umrah Makin Mudah Transaksi

Hilmi Setiawan • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:43 WIB
Sejumlah jamaah calon haji menjalani pemeriksaan imigrasi di Mecca Road sebelum terbang di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (21/05/2026). QRIS disiapkan bisa digunakan di Arab Saudi tahun ini. Jemaah haji dan umrah Indonesia nantinya dapat bertransaksi tanpa banyak uang tunai. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
Sejumlah jamaah calon haji menjalani pemeriksaan imigrasi di Mecca Road sebelum terbang di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (21/05/2026). QRIS disiapkan bisa digunakan di Arab Saudi tahun ini. Jemaah haji dan umrah Indonesia nantinya dapat bertransaksi tanpa banyak uang tunai. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
JawaPos.com – Jemaah umrah dan haji Indonesia bakal semakin dimudahkan saat bertransaksi di Arab Saudi. Layanan QRIS disiapkan agar bisa digunakan untuk pembayaran di Makkah, Madinah, hingga kota-kota lainnya.

Rencana tersebut mencuat dalam soft launching penambahan layanan BPKH Apps di Jakarta kemarin (9/9). Plt Direktur Utama PT Finnet Indonesia (Finpay Money) Aziz Sidqi mengatakan, kepastian penerapan QRIS di Arab Saudi merupakan kewenangan Bank Indonesia (BI) sebagai regulator.

”BI memiliki rencana mempercepat implementasi QRIS di Arab Saudi. Dari semula diterapkan tahun depan, dimajukan menjadi tahun ini,” katanya.

Meskipun demikian, Aziz menegaskan bahwa kepastian waktu penerapannya masih menunggu informasi resmi dari BI. Dia menyambut positif rencana tersebut karena dinilai bakal memudahkan jemaah Indonesia selama berada di Saudi.

Dengan QRIS, jemaah tidak perlu repot membawa uang tunai dalam jumlah besar. Berbagai transaksi selama berada di Arab Saudi nantinya bisa dilakukan melalui pembayaran digital.

Potensi pengguna layanan tersebut juga sangat besar. Setiap tahun Indonesia memberangkatkan sekitar 221 ribu jemaah haji reguler dan khusus, belum termasuk ribuan petugas haji.

Jumlah jemaah umrah asal Indonesia juga tak kalah besar. Diperkirakan sekitar 2 juta jemaah umrah Indonesia terbang ke Arab Saudi setiap tahun. Bahkan, sepanjang Januari hingga April 2025 tercatat 648.485 jemaah umrah asal Indonesia.

Anggota BPKH Herry Alexander turut menyambut baik rencana BI membuka akses QRIS di Arab Saudi. Namun, dia menyerahkan detail teknis penerapan layanan tersebut kepada BI.

”Terkait detailnya tentu harus BI yang menjawabnya,” katanya.

Herry menegaskan, BPKH mendukung langkah BI tersebut. Dukungan itu juga diwujudkan melalui pembaruan BPKH Apps yang kini dilengkapi fitur dompet digital dan QRIS.

Dengan fitur tersebut, jemaah umrah maupun haji nantinya dapat berbelanja di Arab Saudi menggunakan layanan QRIS melalui BPKH Apps.

Tak hanya pembayaran digital, BPKH Apps juga dibekali layanan berbasis akal imitasi (AI) untuk membantu kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci.

”Misalnya ada yang lupa jalan kembali ke hotelnya, bisa tanya ke AI yang ada di aplikasi kami,” tutur Herry. (wan/dio)

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Jemaah Umrah arab saudi jemaah haji qris bank indonesia