JawaPos.com - Lima jurnalis bersama dua kru kapal dan seorang pemandu dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9).
Hingga Rabu (9/9), keberadaan delapan orang yang berada dalam satu rombongan tersebut masih belum diketahui. Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian di wilayah perairan dan sejumlah pulau di sekitar Selat Sunda.
Sejumlah media nasional juga membentuk posko siaga bersama untuk memantau perkembangan pencarian sekaligus memastikan komunikasi dan koordinasi terkait operasi SAR berjalan lancar.
Kantor Berita Antara berkolaborasi dengan iNews (MNC Group) serta merdeka.com mendirikan posko siaga media bersama. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau proses pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal yang hingga kini belum ditemukan.
Direktur Utama Kantor Berita Antara Benny Siga Butarbutar mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim khusus yang terdiri atas personel Antara pusat dan Biro Banten untuk mengawal proses pencarian.
"Saat ini kami juga sudah mengirimkan tim khusus Antara yang merupakan gabungan dari Antara pusat dan Biro Banten untuk memastikan seluruh upaya komunikasi dan koordinasi berjalan terus menerus. Kami turut mendorong agar petugas bisa meningkatkan intensitas pencarian terhadap rombongan jurnalis yang belum diketahui keberadaannya hingga saat ini," ujar Benny Butarbutar dilansir Antara News.
Pimpinan Redaksi Merdeka.com Wisnoe Moerti mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Basarnas Banten dan instansi terkait untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai proses pencarian.
"Keselamatan jurnalis menjadi prioritas utama Merdeka.com. Oleh karena itu, kami terus berkomunikasi dengan Basarnas dan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai proses pencarian," ujar Wisnoe.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono menyampaikan keprihatinannya sekaligus mengapresiasi upaya Tim SAR Gabungan yang terus melakukan pencarian.
"Terkait peristiwa ini, seluruh jajaran Pimpinan Redaksi iNews terus memantau perkembangan pencarian dan berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Keselamatan rekan-rekan jurnalis adalah prioritas utama kami," ungkap Aiman.
Teknologi Drone Thermal dan Empat SRU Dikerahkan
Pada hari kedua operasi pencarian, Rabu (9/9), Tim SAR Gabungan yang terdiri atas Basarnas, Polairud, TNI, dan relawan memperluas area pencarian hingga pulau-pulau kecil di sekitar kawasan Selat Sunda.
Pencarian yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut turut menggunakan drone thermal untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di wilayah daratan maupun perairan.
Kasi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto menjelaskan, operasi pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Sejumlah armada dan peralatan pendukung juga dikerahkan untuk mendukung proses penyisiran.
"Sejumlah sarana turut dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya," jelas Rizky, Rabu (9/9).
Penyisiran difokuskan pada wilayah perairan lepas hingga garis pantai Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin 14 knot dan ketinggian gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.
Daftar Delapan Orang yang Masih Dalam Pencarian
Speed boat yang hilang kontak tersebut diketahui membawa delapan orang. Mereka terdiri atas lima awak media, seorang pemandu, dan dua kru kapal.
-
Warta (55) – Kapten kapal
-
Surakman (60) – Anak Buah Kapal (ABK)
-
Heriyanto (49) – Pemandu (Guide)
-
M. Bagus Khoirunnas – Jurnalis ANTARA
-
Arie Basuki – Jurnalis Merdeka.com
-
Yudhistiro Pranoto – Jurnalis iNews
-
Firdaus Wajidi – Jurnalis Anadolu
-
Donal Husni – Jurnalis lepas
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengimbau masyarakat, nelayan, serta pengelola transportasi laut di kawasan Selat Sunda untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun rombongan tersebut.
Seluruh pihak media juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi spekulatif yang belum terverifikasi terkait keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian.
Klarifikasi Redaksi
Jawa Pos Tangsel juga mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan bahwa seluruh orang yang dilaporkan hilang telah ditemukan dan dievakuasi ke Anyer.
Informasi tersebut keliru. Hingga saat ini, delapan orang tersebut masih dalam pencarian dan belum ditemukan.
Atas kekeliruan dalam pemberitaan tersebut, redaksi Jawa Pos Tangsel memohon maaf kepada pembaca dan pihak-pihak terkait.
Editor : HendraSumber : Antara