JawaPos.com – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang terus memperkuat koordinasi dengan tim SAR gabungan untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
PFI menyatakan siaga penuh dan mengerahkan kekuatan kolektif organisasi untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi bersama otoritas terkait.
Berdasarkan kronologi resmi Basarnas yang dikutip dalam rilis bersama PFI, rombongan lima jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menggunakan speedboat pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah seorang jurnalis mengirimkan titik lokasi terakhir atau share location kepada rekan anggota PFI di Lampung, Putra M. Akbar.
Lokasi terakhir tersebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Rombongan kemudian dinyatakan hilang kontak sepenuhnya pada pukul 18.13 WIB.
Lima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id; Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo menegaskan keselamatan para jurnalis dan kru kapal menjadi prioritas utama organisasi.
“Keselamatan rekan-rekan jurnalis di lapangan adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. PFI Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang terus bergerak satu komando dalam memantau operasi penyelamatan ini,” ujar Dwi Pambudo.
Dwi juga mengapresiasi langkah cepat Basarnas dan Ditpolairud Polda Banten yang melakukan pencarian di tengah kondisi lapangan yang sulit.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Basarnas dan jajaran Ditpolairud Polda Banten yang menembus medan sulit di tengah paparan abu vulkanik serta tingginya ombak,” katanya.
Dia berharap seluruh jurnalis yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami berharap seluruh jurnalis dapat segera ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun,” lanjut Dwi.
PFI menyebut situasi di Selat Sunda saat ini dinamis dan menantang akibat paparan abu vulkanik. Karena itu, organisasi tersebut mengerahkan kekuatan kolektif seluruh anggota untuk mendukung tim SAR gabungan di lapangan.
Selain itu, PFI Pusat mengingatkan pewarta foto dan kru media yang masih melakukan peliputan di sekitar wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau agar mematuhi batas radius aman yang telah direkomendasikan PVMBG.
PFI Pusat juga mengimbau seluruh anggotanya tetap tenang dan menyaring informasi yang beredar demi menjaga kondisi psikologis keluarga para jurnalis. Organisasi tersebut turut mengajak seluruh anggota untuk memanjatkan doa agar lima jurnalis dan kru kapal yang hilang kontak dapat segera ditemukan dan kembali dengan selamat.
Editor : Hendra
Sumber : Pewarta Foto Indonesia (PFI)