JawaPos.com - Mahasiswa KKN-LESC STIE YAPAN Surabaya dari Program Studi Akuntansi menggelar pelatihan pembukuan sederhana bagi pelaku UMKM di Balai Desa Simogirang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, pada 23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan membantu pelaku usaha memahami pentingnya pencatatan keuangan dalam mengelola bisnis.
Pelatihan diikuti pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha, mulai makanan, minuman, aksesori, hingga jenis usaha lainnya. Perangkat Desa Simogirang juga turut mengikuti kegiatan tersebut.
Pembukuan sederhana dinilai penting karena dapat membantu pelaku UMKM mengetahui pemasukan dan pengeluaran usaha. Pencatatan yang dilakukan secara rutin juga memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi keuangan sehingga dapat menjadi dasar dalam mengelola usaha.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN-LESC STIE YAPAN Prodi Akuntansi memberikan materi mengenai dasar-dasar pembukuan yang dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Materi mencakup pencatatan pemasukan, pengeluaran, serta pengelolaan transaksi keuangan secara sederhana.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Materi disampaikan melalui contoh transaksi yang dekat dengan aktivitas usaha peserta agar lebih mudah dipahami dan diterapkan sesuai kondisi masing-masing.
Fitri, mahasiswa KKN-LESC STIE YAPAN Surabaya dari Program Studi Akuntansi sekaligus pemateri, mengatakan pembukuan usaha tidak harus dilakukan dengan sistem yang rumit.
“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa pembukuan untuk usaha tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Dengan pencatatan sederhana dan dilakukan secara rutin, pelaku UMKM dapat mengetahui pemasukan dan pengeluaran usahanya dengan lebih jelas. Harapannya, pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari,” ujar Fitri dalam keterangan pers tertulis.
Kegiatan tersebut turut didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-LESC, Rudiana Fibriani. Pendampingan dilakukan untuk memberikan arahan kepada mahasiswa sekaligus memastikan kegiatan pengabdian berjalan dengan baik.
Rudiana mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa, khususnya dari Program Studi Akuntansi, untuk menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh selama perkuliahan secara langsung kepada masyarakat. Pengetahuan mengenai pembukuan sederhana yang mereka miliki dapat dibagikan kepada pelaku UMKM sehingga tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rudiana.
Menurut Rudiana, kegiatan pengabdian seperti pelatihan pembukuan sederhana juga menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di luar lingkungan kampus. Mahasiswa dapat belajar memahami kondisi masyarakat sekaligus mengaplikasikan pengetahuan untuk menjawab kebutuhan di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-LESC STIE YAPAN Prodi Akuntansi berharap pelaku UMKM di Desa Simogirang semakin memahami pentingnya pembukuan dalam pengelolaan usaha. Pencatatan keuangan secara sederhana dan konsisten diharapkan membantu pelaku usaha mengelola keuangan dengan lebih tertib sekaligus menjadi salah satu dasar dalam mengambil keputusan untuk mengembangkan usaha.
Pelatihan pembukuan sederhana tersebut merupakan bagian dari rangkaian KKN-LESC STIE YAPAN Surabaya yang berlangsung di Desa Simogirang pada 11–24 Agustus 2026. Melalui berbagai kegiatan pengabdian, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi yang terdapat di Desa Simogirang.
Editor : Hendra