Kabut Asap Karhutla RI Picu Lonjakan Asma dan ISPA di Malaysia

Ferlynda Putri Sofyandari • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:58 WIB
Kabut asap karhutla RI berdampak pada kesehatan warga Malaysia. Kasus asma melonjak 259 persen dan ISPA naik 124 persen dalam sepekan. (Dok. TNI)
Kabut asap karhutla RI berdampak pada kesehatan warga Malaysia. Kasus asma melonjak 259 persen dan ISPA naik 124 persen dalam sepekan. (Dok. TNI)

JawaPos.com – Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Malaysia di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berdampak pada kesehatan masyarakat. Dalam sepekan terakhir, kasus asma melonjak 259 persen, sedangkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat 124 persen.

Menteri Kesehatan Malaysia Datuk Sri Dr Dzulkefly Ahmad mengatakan, kenaikan tersebut tercatat dalam pemantauan pekan epidemiologi (EW) 32 hingga 33.

”ISPA mencatat jumlah tertinggi, yakni 3.674 kasus dari sebelumnya 1.637 kasus, sedangkan kasus asma mencapai 219 kasus dibandingkan sebelumnya 61 kasus,” ucapnya seperti dilansir The New Straits Times.

Lonjakan kasus terjadi ketika kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia berada pada kategori tidak sehat. Hingga pukul 08.00 waktu setempat, terdapat tujuh wilayah yang mencatat indeks polusi udara (API) tidak sehat.

Lima di antaranya berada di Sarawak, yakni Serian dengan API 197, Kuching 185, Sri Aman 178, Samarahan 176, dan Sarikei 128. Dua wilayah lainnya adalah Sungai Petani di Kedah dan Taiping di Perak yang sama-sama mencatat API 126.

Dinas Kesehatan Kedah meminta masyarakat, terutama warga Sungai Petani dan Alor Setar, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Sungai Petani mencatat API 149 pada pukul 10.00, sedangkan Alor Setar berada pada kategori sedang dengan API 94.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan jantung dan pernapasan diminta meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai bila diperlukan, mencukupi kebutuhan air, serta menghindari rokok dan lingkungan berasap. Warga juga diminta mengecek indeks kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.

Penyakit Akibat Panas

Selain dampak kabut asap, Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat 90 kasus penyakit terkait panas. Rinciannya 71 kasus kelelahan akibat panas, 14 kasus sengatan panas atau heatstroke, dan lima kasus kram akibat panas.

Dzulkefly menambahkan, pada EW 30 hingga 32, kasus penyakit terkait panas berkisar dua hingga tiga kasus per pekan. Namun, jumlah tersebut meningkat menjadi sembilan kasus dalam laporan terbaru, dengan mayoritas merupakan heatstroke.

”Delapan kasus heatstroke melibatkan peserta Malaysia Games di Selangor, dengan hanya satu yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Situasi masih terkendali dengan pemantauan ketat oleh satuan tugas medis,” ujarnya. (lyn/aph)

Editor : Hendra
Kabut Asap karhutla ispa malaysia asma