JawaPos.com – Suara benda keras yang menghantam jendela mengejutkan semua orang di dalam bus rombongan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Kaca depan bus yang berangkat dari Pati menuju Jakarta tersebut tampak retak.
Kejadian itu berlangsung di Tol Karawang. ”Kan ada jembatan ya, ada dua orang pakai masker, pakai jaket, bus kami dilempar pakai batu bata,” kata Koordinator AMPB Supriyono alias Botok kepada media di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (24/8).
Bus tersebut kemarin diparkir di depan gerbang utama Gedung DPR. Akibat serangan tersebut, sejumlah penumpang, termasuk Botok, mengalami luka ringan.
”Sekitar tiga orang terkena serpihan kaca,” katanya.
Botok juga menambahkan, perwakilan warga Pati yang bertemu dengan pimpinan DPR kemarin bukan dari AMPB. Sejauh ini, pihak DPR belum pernah mengundang AMPB untuk bertemu.
Baca Juga: Muktamar Ke-35 NU Tak Cuma Bahas Keagamaan, Materi hingga Tatib Tuntas Disusun
Armada Bisa Bertambah
Rombongan yang terkena serangan lempar bata itu merupakan rombongan kedua atau susulan yang diberangkatkan AMPB. Mereka berangkat menggunakan satu bus berkapasitas 28 penumpang.
Sebelumnya, mengutip Jawa Pos Radar Kudus, Botok bersama tim inti lebih dahulu menuju Jakarta pada Kamis (20/8). Rombongan tiba di sekitar Gedung DPR RI pada Jumat (21/8). Namun, mereka kembali ke Pati besok malamnya karena masih memiliki agenda yang tidak dapat ditinggalkan.
Setelah kegiatan tersebut selesai, rombongan kembali bertolak ke Jakarta. Koordinator AMPB Teguh Istiyanto menyatakan, pihaknya siap bertahan di Jakarta hingga tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset dipenuhi.
”Kami juga mendesak adanya hukuman tegas, termasuk hukuman mati bagi koruptor,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang keberangkatan rombongan AMPB dari kawasan Kaliampo, Desa Wangunrejo, Margorejo, Kabupaten Pati, Minggu (23/8) malam.
AMPB menyebut sedikitnya empat bus disiapkan untuk mengangkut warga Pati yang hendak mengikuti aksi pada Kamis (27/8) lusa. Hingga kini, sekitar 100 orang disebut telah mendaftarkan diri.
Dua bus telah tersedia pada tahap awal. Jumlah armada masih dapat bertambah apabila peserta dan dukungan donasi terus meningkat. Rombongan berikutnya dijadwalkan berangkat pada Rabu (26/8) malam.
Mereka juga dijadwalkan melakukan konsolidasi dengan para aktivis lain. Koordinasi dilakukan sebelum menggelar aksi di depan Gedung DPR RI. (adr/ttg)
Editor : HendraSumber : Radar Kudus, Jawa Pos Koran