JawaPos.com – Tim Materi Organisasi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sudah menyelesaikan tugas. Seluruh materi, jadwal, sampai tata tertib (tatib) ajang yang bakal berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus itu telah selesai disiapkan.
Pemimpin Tim Materi Organisasi Muktamar Ke-35 NU Asrorun Niam Sholeh menyampaikan, seluruh materi siap didistribusikan, dibahas, dan diputuskan dalam forum Muktamar Ke-35 NU. Materi mencakup enam komisi utama: Komisi Bahtsul Masail Waqiiyah, Komisi Bahtsul Masail Maudluiyah, Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah, Komisi Organisasi, Komisi Program, dan Komisi Rekomendasi.
Pengasuh Pesantren Al-Nahdlah, Depok, itu menyatakan, keenam komisi tersebut menggambarkan keluasan spektrum perkhidmatan NU.
”Tidak hanya membahas persoalan keagamaan yang muncul dalam kehidupan masyarakat,” katanya di Jakarta kemarin (24/8).
Lebih dari itu, muktamar juga akan merumuskan arah organisasi, program perkhidmatan, serta rekomendasi strategis bagi kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan. Salah satu materi strategis yang akan dibahas adalah Peta Jalan Perkhidmatan NU satu abad ke depan.
”Peta jalan tersebut disusun dengan memperhitungkan dinamika perubahan lingkungan strategis yang berlangsung semakin cepat dan akseleratif,” kata guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Perubahan tersebut mencakup teknologi, transformasi sosial, perkembangan ekonomi, perubahan demografi, serta dinamika kebangsaan dan global.
”Muktamar Ke-35 diharapkan menjadi forum strategis untuk menyiapkan fondasi perjalanan NU memasuki abad kedua,” katanya.
Becak Listrik
Dari Jombang, sebanyak 200 becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diserahkan kepada para abang becak kemarin (24/8). Ratusan kendaraan tersebut disiapkan untuk mendukung mobilitas muktamirin selama pelaksanaan muktamar.
Penyerahan secara simbolis dilakukan Bupati Jombang Warsubi kepada 200 abang becak di Pendapa Kabupaten Jombang. Turut mendampingi Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq serta Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) sebagai penyalur bantuan.
”Pesan saya kepada para abang becak untuk senantiasa berhati-hati dalam mengendarai becaknya. Dan juga tadi tidak boleh dijual, tidak boleh digadaikan, dirawat dengan baik,” katanya, seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Jombang.
Selama muktamar, para abang becak penerima bantuan akan mendapatkan kompensasi Rp 150 ribu per hari selama empat hari. Namun, mereka dilarang memungut ongkos kepada muktamirin yang diantar.
Terkait persiapan muktamar, Gus Rozaq menyebut progres kesiapan panitia lokal telah mencapai sekitar 90 persen.
”Sepuluh persen sisanya tinggal nanti penataan-penataan yang dirasa perlu ada pembenahan. Tempat duduk, misalnya, besok (hari ini) mulai kita tata,” katanya. (wan/ang/ttg)
Editor : HendraSumber : Jawa Pos Koran