Siap-Siap! 5.000 ASN Dikirim Tangani Kebakaran Hutan, 6 Provinsi Jadi Fokus Kemenhut

Muhammad Ridwan • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:53 WIB
Kemenhut menyiapkan 5.000 ASN untuk memperkuat penanganan karhutla di enam provinsi, termasuk Kalbar, Riau, Sumsel, dan Jambi. (Dok. Bakom RI)
Kemenhut menyiapkan 5.000 ASN untuk memperkuat penanganan karhutla di enam provinsi, termasuk Kalbar, Riau, Sumsel, dan Jambi. (Dok. Bakom RI)

JawaPos.com — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan karhutla berjalan optimal di daerah terdampak.

Enam provinsi yang menjadi fokus penanganan yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan penambahan personel diperlukan karena perkembangan hotspot sangat dinamis dan dapat berubah dalam waktu singkat.

“Saya hadir di Kalimantan Barat hari ini diminta oleh Pak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan apa yang menjadi perintah beliau berjalan dengan baik. Apa yang menjadi instruksi beliau diimplementasikan oleh teman-teman terutama yang ada di Provinsi Kalimantan Barat,” kata Raja Juli Antoni saat meninjau langsung lokasi karhutla di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8).

Dari total 5.000 ASN yang disiapkan, sekitar 2.200 personel akan diperbantukan ke tiga provinsi di wilayah Kalimantan.

Khusus Kalimantan Barat, Kemenhut akan mengirim tambahan 700 ASN yang berasal dari daerah dengan kondisi karhutla relatif tidak terlalu terdampak.

“Khusus untuk di Kalimantan Barat akan ada 700 ASN dari daerah-daerah yang tidak terlalu terdampak karhutla, akan kita kirim ke sini,” tegasnya.

Siapkan Pejabat Eselon I

Selain menambah personel, Kemenhut menyiapkan pejabat eselon I untuk berkantor langsung di wilayah yang menjadi prioritas penanganan. Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat respons terhadap perkembangan karhutla di lapangan.

Raja Juli mengapresiasi kerja sama berbagai unsur dalam mengendalikan karhutla, baik melalui penanganan di darat maupun operasi udara.

Menurutnya, sinergi TNI, Polri, serta Manggala Agni Kementerian Kehutanan turut membantu menekan jumlah hotspot di Kalimantan Barat.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, TNI, Polri, di darat maupun di udara, termasuk teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang berjuang tanpa lelah bersama-sama, akhirnya pada hari ini, sekali lagi per malam kemarin, angka hotspot di Kalimantan Barat sisa 28 saja ya. Nanti datanya akan kita update, sekali lagi ini sangat dinamis,” pungkasnya.

Editor : Hendra
Sumber : jawapos.com
Kalimantan Barat karhutla raja juli antoni kementerian kehutanan Prabowo Subianto