Muktamar Ke-35 NU Targetkan Roadmap 25 Tahun dan Piagam Nilai Keulamaan

Hilmi Setiawan • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:18 WIB
Ilustrasi - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU). Muktamar Ke-35 NU di Jombang ditargetkan melahirkan Roadmap 25 Tahun dan Piagam Nilai Keulamaan untuk visi NU hingga 2051. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Ilustrasi - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU). Muktamar Ke-35 NU di Jombang ditargetkan melahirkan Roadmap 25 Tahun dan Piagam Nilai Keulamaan untuk visi NU hingga 2051. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menekankan, Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bakal menjadi landasan penyusunan visi NU 2051. PBNU menargetkan lahirnya dua dokumen strategis.

Dokumen pertama adalah Roadmap 25 Tahun NU. Dokumen tersebut menjadi peta jalan integratif untuk memastikan seluruh lembaga dan badan otonom memiliki arah pembangunan organisasi yang selaras dalam jangka panjang.

Dokumen kedua adalah Piagam Nilai Keulamaan.

”Dokumen panduan mengenai otoritas keilmuan dan otoritas dakwah,” kata Gus Yahya, sapaan Yahya Cholil Staquf.

Piagam tersebut ditujukan untuk membantu warga menghadapi derasnya informasi keagamaan di era digital. Sekaligus menjadi rujukan publik untuk mengenali penceramah yang memiliki landasan sanad yang sah.

PBNU juga menggarisbawahi penguatan kemandirian ekonomi melalui unit usaha strategis NUConomic. Integrasi teknologi hingga tingkat desa juga bakal diperluas untuk mendukung kemandirian organisasi yang halal dan transparan.

”Kesinambungan transformasi menjadi penting agar sistem yang telah dibangun tidak berhenti sebagai program di tingkat pusat,” katanya.

Sistem NU diharapkan semakin matang dan menjadi mekanisme organisasi yang berjalan secara permanen.

Panitia Tetapkan Lokasi Sidang Ahwa

Ndhalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, bakal menjadi lokasi sidang Ahlul Halli Wal Aqli (Ahwa) dalam Muktamar Ke-35 NU.

Bangunan bersejarah di jantung kompleks pesantren tersebut dipilih sebagai tempat sembilan kiai khos anggota Ahwa bermusyawarah menentukan arah kepemimpinan NU.

Ketua Umum Yayasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU KH Abdurrozaq mengatakan, pemilihan Ndhalem Kasepuhan bukan sekadar pertimbangan teknis. Menurut dia, lokasi tersebut memiliki nilai historis kuat karena menjadi bagian dari jejak perjuangan KH Wahab Chasbullah, salah seorang tokoh penting dalam perjalanan NU.

”Kami ingin memunculkan kembali semangat dan keteladanan Mbah Wahab,” tutur Gus Rozaq, sapaan akrabnya, kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (23/8).

Dia menjelaskan, KH Wahab Chasbullah merupakan ulama yang dikenal gigih berkhidmat untuk agama dan bangsa.

”Beliau adalah pahlawan nasional dan penggerak utama NU yang dikenal pantang menyerah. Tiada kata uzur untuk berjuang membela agama dan bangsa,” lanjutnya.

Gus Rozaq berharap keteladanan Mbah Wahab menjadi spirit bagi para kiai yang mengikuti sidang Ahwa. Terlebih, forum tersebut memiliki peran penting dalam menentukan kepemimpinan NU ke depan.

Selain nilai historis, lokasi Ndhalem Kasepuhan yang berdekatan dengan Masjid Jami’ Bahrul Ulum dinilai mampu menciptakan suasana musyawarah yang lebih teduh dan khidmat.

Luncurkan 99 Masjid Ramah Muktamirin

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jombang meluncurkan Gerakan 99 Masjid Ramah Muktamirin kemarin (23/8). Program tersebut disiapkan untuk melayani peserta Muktamar Ke-35 NU.

Peluncuran berlangsung di Masjid Agung Baitul Mukminin, kawasan Alun-alun Jombang. Sebanyak 99 masjid yang tersebar di 21 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dilibatkan dalam gerakan tersebut.

Masjid-masjid itu disiapkan sebagai tempat ibadah, titik singgah, ruang istirahat, hingga lokasi menginap bagi para tamu muktamar.

Ketua DMI Jombang Didin Ahmad Sholahuddin alias Gus Didin mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk menyambut kedatangan muktamirin. Dari 99 masjid yang telah diinventarisasi, sekitar 25–30 masjid memiliki fasilitas untuk digunakan sebagai tempat menginap.

”Ini merupakan bentuk kebahagiaan masyarakat Jombang karena dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU. Harapannya, kebahagiaan yang kami rasakan juga dapat dirasakan para tamu yang hadir di Jombang,” bebernya.

Masjid yang masuk dalam jaringan Masjid Ramah Muktamirin harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya tempat istirahat yang layak, MCK, tempat wudu yang memadai, serta komitmen pengurus memberikan pelayanan kepada para tamu.

Pelayanan tidak hanya untuk kebutuhan ibadah. Pengurus masjid diminta menyiapkan air mineral, kopi, teh, dan kebutuhan dasar lainnya sebagai bentuk keramahan kepada muktamirin.

Bupati Jombang Warsubi mengapresiasi peluncuran Gerakan 99 Masjid Ramah Muktamirin. Menurut dia, keberadaan jaringan masjid tersebut penting karena Muktamar Ke-35 NU bakal mendatangkan ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah.

”Mari kita sambut Muktamar Ke-35 NU ini dengan semangat dan kebanggaan,” tuturnya. (wan/ang/oni)

Jombang Siap Sambut Muktamar NU

Peserta: 3.000+ orang
Hari pelaksanaan: 27–31 Agustus 2026
Lokasi utama: Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jatim
Venue: 27 titik
Fasilitas: Tersedia 99 masjid ramah muktamirin
Masjid untuk menginap: 25–30 masjid
Tenant UMKM/bazar: ±1.300 tenant kuliner, pernak-pernik, dan usaha masyarakat
Lahan parkir/bazar: 3 hektare
Total CCTV: 450 unit
Pengamanan: Ribuan personel gabungan pesantren, Banser, Gasmi, Pagar Nusa, TNI-Polri
Relawan kebersihan: ±500 orang
Kendaraan pendukung: 100 mobil siaga untuk menjemput peserta

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Nahdlatul Ulama Muktamar NU pbnu