JawaPos.com – Rektor dan dua wakil rektornya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tapi sampai kemarin (21/8) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) belum mengambil sikap. Kampus yang berlokasi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu memilih menunggu pernyataan resmi KPK.
“Tentu kami akan menghormati semua proses hukum, tetapi tentang seperti apa (kasus hukumnya, Red), mari kita tunggu dari KPK,” tutur Juru Bicara Unsoed Edi Santoso dalam pernyataan resminya kemarin (21/8).
Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof Kuat Puji Prayitno, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Norman Arie Prayogo terjaring OTT yang berlangsung Kamis (20/8) sampai Jumat (21/8). Ikut ditangkap 11 orang lainnya.
Sebanyak 12 orang di antaranya ditangkap di Purwokerto. Dua lainnya di Jakarta, termasuk Sodiq.
“Dua wakil rektor dan pihak-pihak lainnya dibawa dari Purwokerto,” jelas Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin.
Mereka diduga menerima suap terkait penerimaan mahasiswa di fakultas favorit: kedokteran. Menurut Budi, penyelidikan tertutup awalnya dilakukan di Purwokerto.
Kasus tersebut bermula dari dugaan suap atau pemerasan penerimaan mahasiswa baru. Tarifnya diduga mencapai ratusan juta rupiah untuk satu kursi di fakultas kedokteran (FK).
Dalam operasi senyap itu, penyidik menyita barang bukti uang tunai mencapai ratusan juta rupiah.
“Soal adanya perantara atau layering untuk menyamarkan pemberian suap, diduga memang ada,” kata Budi.
Biaya Kuliah
Sebagaimana kampus pelat merah lain, bagi mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri, Unsoed juga memberlakukan iuran pengembangan institusi (IPI) yang dibayarkan sekali di awal kuliah, termasuk tentunya di FK. IPI FK besarannya terbagi ke dalam empat kelompok.
Berdasarkan Keputusan Rektor Unsoed No 2616/UN23/TM.01.02/2026 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Rektor Nomor 1124/UN23/TN.01.02/2024 tentang Tarif Uang Kuliah Tunggal bagi Mahasiswa Program Sarjana dan Program Diploma Unsoed, IPI tertinggi FK mencapai Rp 260 juta.
Sedangkan IPI 1 Rp 100 juta, IPI 2 Rp 200 juta, dan IPI 3 Rp 225 juta. Untuk uang kuliah tunggal (UKT) di fakultas yang sama, terbawah Rp 500 ribu dan tertinggi Rp 17 juta.
Menurut pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar, korupsi penerimaan mahasiswa mudah identifikasinya. Sebab, syarat masuk tiap fakultas sudah jelas.
Korupsi terjadi bila syarat masuk tidak terpenuhi, tapi dengan kewenangan rektor tetap masuk dengan mengabaikan persyaratan.
“Artinya, rektor menyalahgunakan jabatan,” katanya.
Menurut Fickar, masih ada modus praktik lancung lain di dunia pendidikan. Seperti jual beli nilai, baik oleh dosen maupun pejabat struktural semacam dekan atau rektor.
Deklarasi Depan Mahasiswa
Pada 22 Juni lalu, di hadapan aksi mahasiswa Unsoed di rektorat, Sodiq membacakan pernyataan sikap yang menyatakan menolak program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Awalnya, para mahasiswa berorasi dan mengajak diskusi jajaran rektorat terkait keikutsertaan salah seorang mahasiswa kampus tersebut dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pada akhir diskusi, mahasiswa mendesak rektor menandatangani dan membacakan pernyataan sikap yang telah disiapkan mahasiswa. Ada enam poin yang diteken dan dibacakan Sodiq ketika itu.
“Kami menolak dengan keras program makan bergizi gratis dan Koperasi Merah Putih yang secara terang-terangan memangkas dana pendidikan, kesehatan, APBN dan pada akhirnya merugikan rakyat.” Demikian bunyi salah satu poin.
Terkait hal tersebut, Fickar mengatakan bahwa antara OTT dengan penolakan MBG merupakan dua hal berbeda.
“Sebenarnya secara menyeluruh instansi pemerintah itu cenderung menjadi tempat korupsi dan di dunia akademis itu yang dianggap relatif aman karena tidak banyak sumber daya materi yang bisa dijadikan objek korupsi,” paparnya.
Sederet Prestasi
Dikutip dari laman Unsoed, Sodiq menjabat rektor sejak tahun 2022. Pria kelahiran 28 Januari 1969 itu menempuh jenjang S1 di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.
Studi S-2 dijalaninya di Georg-August University atau University of Gottingen, Jerman, pada bidang animal science. S-3 juga diselesaikannya di Jerman, pada bidang yang sama, tapi di kampus berbeda: University of Kassel.
Sodiq tercatat pernah menerima Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2017. Penghargaan lain berupa Unsoed Award Bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Jawa Tengah itu juga pernah dinobatkan sebagai Dosen Berprestasi III Universitas Jenderal Soedirman pada 2006.
Di tahun yang sama, dia juga terpilih sebagai Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Unsoed.
Editor : Hendra