JawaPos.com – Recording Academy berpotensi merestrukturisasi kategori Pop Asia setelah BTS memutuskan untuk tidak mendaftarkan karya musik mereka ke ajang Grammy tahun ini.
Dilansir dari Kbizoom pada Selasa (18/8), keputusan BTS ini muncul di tengah kekhawatiran terkait cara pengelompokan musik Asia. Sejumlah musisi menilai kategori baru tersebut belum dapat mewakili karya mereka secara tepat.
CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., menanggapi kekhawatiran itu secara serius dan menyatakan terbuka terhadap berbagai perubahan. Pihaknya bahkan telah berdiskusi dengan perwakilan industri musik Asia, mulai dari musisi, label rekaman, hingga manajer yang menaungi genre K-pop, J-pop, C-pop, serta musik India.
Baca Juga: Bantah Plagiarisme, BigHit Music Siap Hadapi Gugatan Hak Cipta Lagu 'SWIM' BTS
Sebelumnya, pada 29 Juli, BTS mengumumkan tidak akan mengirimkan karya mereka ke Grammy. Mereka berharap musik yang dihasilkan dinilai berdasarkan kualitas karyanya secara objektif, bukan dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa. Keputusan ini pun makin memperkuat perdebatan tentang apakah kategori Pop Asia justru berisiko memisahkan musisi Asia dari kategori utama Grammy.
Hingga saat ini, Recording Academy memang belum mengumumkan rencana resmi untuk menghapus atau mengubah kategori Penampilan Musik Pop Asia Terbaik (Best Asian Pop Music Performance).
Namun, pernyataan Mason mengisyaratkan bahwa Recording Academy sedang mempertimbangkan ulang penataan kategori, dengan kemungkinan perubahan paling cepat pada penyelenggaraan tahun depan.
Lewat konsultasi bersama para pelaku industri musik Asia, ajang penghargaan ini diharapkan bisa menghadirkan struktur baru yang lebih adil dalam merepresentasikan perkembangan musik Asia di kancah global.
Editor : Candra Mega Sari