JawaPos.com - Perumahan Laddaland mulai tayang di bioskop Indonesia pada Kamis (13/8/2026). Sutradara Awi Suryadi memastikan remake dari film horor Thailand Laddaland (2011) tersebut membawa sejumlah perubahan agar ceritanya terasa lebih relevan bagi penonton masa kini.
Jarak produksi sekitar 15 tahun dari film aslinya menjadi salah satu alasan Awi melakukan penyesuaian. Perubahan tersebut mencakup latar waktu dan budaya dalam cerita.
“Pastinya lebih update dengan keadaan sekarang dari segi latar waktu dan budaya supaya lebih relevan,” ujar Awi di kawasan Jakarta Pusat.
Perbedaan juga terlihat pada detail karakter pendukung. Salah satunya adalah sosok tetangga yang dalam versi Indonesia dibuat lebih jelas identitasnya.
“Terus perbedaan lain kalau versi Thailand tuh tetangganya yang kesurupan yang kita nggak kenal itu siapa. Nah, si sini saya kenalin namanya, Ani,” ucap Awi.
Perumahan Laddaland mengikuti kehidupan rumah tangga Tomy (Andri Mashadi) dan Melisa (Titi Kamal). Keduanya memutuskan membeli rumah melalui kredit pemilikan rumah (KPR) di kompleks Laddaland demi memberikan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga mereka.
Kehidupan baru tersebut awalnya berjalan sesuai harapan. Namun, kebahagiaan keluarga kecil itu perlahan berubah setelah berbagai peristiwa misterius mulai terjadi.
Bisikan dari makhluk tak kasatmata hingga penampakan menjadi bagian dari teror yang mereka alami. Kejadian-kejadian di luar nalar itu membuat rumah yang semula diharapkan menjadi tempat nyaman justru menghadirkan ketakutan.
Perumahan Laddaland merupakan remake dari film Thailand berjudul Laddaland yang dirilis pada 2011. Versi Indonesia ini turut dibintangi Delia Husein, Adjis Doaibu, Arief Didu, dan sejumlah pemain lainnya.
Dengan latar dan detail karakter yang disesuaikan, Awi Suryadi mencoba membawa kembali cerita Laddaland dalam konteks yang lebih dekat dengan kehidupan penonton Indonesia.
Editor : HendraSumber : Jawa Pos Koran