JawaPos.com - Adhisty Zara dan Ciccio Manassero mendapat pengalaman baru saat syuting film Rumah Singgah yang akan mulai tayang di bioskop pada 27 Agustus mendatang. Untuk pertama kalinya, mereka berperan sebagai penderita kanker. Zara berperan sebagai Karla, penderita kanker tulang. Lantas, Ciccio berperan sebagai Toni, penderita kanker hati.
Saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos Jakarta Senin (10/8) siang, Zara dan Ciccio memaparkan pengalaman tersebut. Untuk bisa mendapat emosi dan karakter yang diinginkan, Zara dan Ciccio sempat melakukan observasi ke Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Jakarta.
“Di sana kami melihat bagaimana anak-anak penderita kanker tetap tersenyum dan optimis meski mereka sakit parah,” ujar Zara.
Tak hanya observasi, Zara dan Ciccio pun memiliki kedekatan emosional dengan cerita film Rumah Singgah. Mereka punya anggota keluarga yang berjuang melawan kanker. Saat syuting, kakek Zara, mendiang Acil Bimbo, tengah dirawat di ICU lantaran kanker. Zara bahkan beberapa kali menengoknya saat rehat syuting.
“Nah kalau aku, nenek aku yang di Italia meninggal karena kanker. Lalu kakekku yang di Surabaya juga kena kanker,” ujar Ciccio.
Menggabungkan hasil observasi, pengalaman pribadi bersama penderita kanker, dan kemampuan akting, Zara dan Ciccio mengaku lebih bisa memerankan karakter penderita kanker dengan total.
“Pas nengok kakek aku yang lagi dirawat, aku jadi tahu gimana rasanya jadi pasien dan apa yang diharapkan dari orang yang berkunjung,” kata Zara.
Dia menambahkan, salah satu adegan yang membekas adalah saat Karla dan Luki (diperankan Devano) berselisih hingga bertengkar. “Devano pas itu juga mainnya bagus banget. Habis adegan Karla marah sama Luki, tangan dan bibir aku bergetar setelah syuting. Aku kebayang, gimana kalau yang ada di adegan ini kejadian di hidup aku,” ujar Zara.
Sementara itu, Ciccio memilih adegan di mana Toni menangis. Ciccio mengatakan bahwa adegan itu membuatnya menangis bahkan sesudah sutradara Dyan Sunu Prastowo berkata “cut”. “Beneran nggak bisa berhenti nangis, saking deep-nya,” kata aktor keturunan Italia-Indonesia itu, tanpa memaparkan lebih detail apa yang membuat karakter Toni menangis.
Ciccio juga menyebut adegan bucket list sebagai adegan yang paling menyentuh hatinya.
“Adegan pas Toni mewujudkan bucket list-nya sama bantuin mewujudkan bucket list teman-temannya. Misalnya pas bantuin Karla lari lagi,” kata Ciccio. Dia menambahkan bahwa kedekatan dengan pemeran lain membuatnya lebih mendalami watak karakter.
Setelah syuting selesai, Zara mengatakan bahwa dia jadi lebih menghargai kebersamaan dengan orang-orang di sekitar serta kesehatan.
“Aku juga sama seperti itu, terus juga menyadari bahwa hal kecil seperti bisa bangun pagi dengan sehat atau melakukan rutinitas sehari-hari itu sudah anugerah dari Tuhan,” pungkas Ciccio. (len)
Editor : Hendra