JawaPos.com – Polda Metro Jaya berencana memanggil IWD, mantan ketua yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pekan ini. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan penemuan ratusan senjata yang tersimpan di salah satu ruangan yayasan tersebut pekan lalu.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto menjelaskan, pemeriksaan terhadap IWD dilakukan untuk mendalami asal-usul serta proses impor ratusan senjata itu.
“Kami juga akan menelusuri dari negara mana senjata-senjata tersebut didatangkan,” kata Budi di Jakarta kemarin (9/8).
Polisi mencatat, jumlah senjata yang ditemukan mencapai 995 pucuk, yang semuanya merupakan senapan angin. Rinciannya meliputi 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, serta 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm. Seluruh senjata jenis tersebut diketahui berasal dari luar negeri.
Selain senapan angin, turut ditemukan pula senjata api jenis Franchi SPA dan SPAS-15 kaliber 12 GA. Terkait senjata api tersebut, Budi menyebut, kepemilikannya tercatat atas nama DS yang dikenal sebagai direktur PT Lokta Karya Perbakin. Namun, DS telah meninggal dunia pada 2020.
Cek Kesesuaian Manifes
Polisi kini akan mendalami bagaimana proses masuknya senjata-senjata tersebut ke wilayah Indonesia. “Nanti setelah pemeriksaan akan tahu kapan impornya, tujuannya untuk apa, berapa banyak. Apabila impor itu sesuai dengan manifes, artinya ini secara resmi,” jelas Budi.
Penemuan sejumlah senjata api dan senapan angin itu kali pertama terungkap setelah adanya laporan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (6/8) lalu.
Barang-barang tersebut tersimpan di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta yang berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan oleh Direktorat Intelkam Subdit Wasendak bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan. (ygi/ttg)
Editor : Hendra