Operator dan Nakhoda KMP Mutiara Sentosa 2 Dipanggil, KNKT Selidiki Penyebab Kebakaran

Tatang Mahardika • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:46 WIB
KSOP memanggil operator dan nakhoda KMP Mutiara Sentosa 2 untuk audit. KNKT menyelidiki penyebab kebakaran, empat korban masih hilang. (Dok. JP)
KSOP memanggil operator dan nakhoda KMP Mutiara Sentosa 2 untuk audit. KNKT menyelidiki penyebab kebakaran, empat korban masih hilang. (Dok. JP)

JawaPos.com – Kepala Cabang PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) Surabaya Ferdinand Pondang mendatangi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), kemarin (6/8) sore. Kedatangan petinggi operator KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Madura itu untuk memenuhi panggilan resmi terkait evaluasi dan investigasi insiden kebakaran kapal.

Pondang hadir seorang diri sekitar pukul 14.30 WIB. Dia berjalan cepat menuju ruang pemeriksaan KSOP tanpa banyak memberikan keterangan.

"Ya, saya hadir untuk memenuhi panggilan," kata Pondang singkat sembari memperagakan gestur memohon maaf di hadapan awak media.

"Ya, nakhoda juga dipanggil," tambahnya.

Terpisah, Kepala KSOP Utama Tanjung Perak Agustinus Maun menyatakan, pemanggilan pihak operator dilakukan dalam rangka audit menyeluruh terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan.

"Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari," kata Agustinus.

KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar pada Minggu (2/8) saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar. Insiden tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia.

Terkait penyebab utama kebakaran, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memberikan dukungan penuh kepada tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang tengah melakukan investigasi.

"Seluruh hasil temuan, klarifikasi dari nakhoda, serta audit operasional PT ALP kami rangkum sebagai bahan rekam jejak kelaikan pelayaran," papar Agustinus.

Empat Orang Masih Hilang

Empat korban KMP Mutiara Sentosa 2 hingga kini masih dinyatakan hilang berdasarkan laporan keluarga dan rekan kerja.

Keempat korban tersebut ialah Bustam Sanusi alias Daeng Nappa, pengemudi lintas Surabaya–Makassar; Abdul Manan, koki KMP Mutiara Sentosa 2; Abdurahman, pengemudi dari sebuah perusahaan logistik di Surabaya; dan Abdul Hamid, sopir mobil ekspedisi.

Di sisi lain, tim Basarnas dari Kantor SAR Surabaya menerjunkan helikopter HR-1301 untuk melakukan operasi pemantauan udara di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, kemarin (6/8).

Menurut Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit PH, operasi tersebut bertujuan mendeteksi keberadaan bangkai KMP Mutiara Sentosa 2 sekaligus mencari kemungkinan adanya korban yang belum berhasil dievakuasi. (zam/ttg)


 

 

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
knkt Basarnas Mutiara Sentosa 2