Angin Kencang Hambat Pemadaman Kebakaran Bromo, 127 Hektare Savana TNBTS Terbakar

Tatang Mahardika • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:44 WIB
Kebakaran Bromo meluas hingga 127 hektare. Angin kencang menghambat pemadaman, dua helikopter BNPB disiapkan untuk water bombing. (Dok. Radar Bromo)
Kebakaran Bromo meluas hingga 127 hektare. Angin kencang menghambat pemadaman, dua helikopter BNPB disiapkan untuk water bombing. (Dok. Radar Bromo)

JawaPos.com – Drone penyemprot, mobil pemadam kebakaran, dan pemadaman manual menggunakan gebyok telah dikerahkan. Namun, api yang membakar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum juga padam hingga kemarin (6/8).

Mengutip Radar Bromo Grup Jawa Pos, luas kebakaran hutan dan lahan di kawasan savana Gunung Bromo hingga kemarin sore mencapai sekitar 127 hektare vegetasi. Dari titik awal di kawasan Lumajang, api menyebar hingga wilayah Probolinggo dan Malang.

Kawasan TNBTS membentang di empat kabupaten di Jawa Timur, yakni Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, kobaran api terus bergerak ke arah savana dan bagian atas tebing akibat tiupan angin yang kencang.

Hingga kemarin sore, tim gabungan masih melakukan pemadaman menggunakan alat pemukul api (gebyok). Selain itu, dikerahkan drone penyemprot milik BPBD Jawa Timur, armada pemadam kebakaran Balai Besar TNBTS, serta truk tangki air BPBD Jawa Timur.

Penyemprotan diprioritaskan pada titik-titik api yang berada di area bawah.

“Untuk titik api di bawah masih bisa dijangkau drone. Kalau di tebing cukup sulit karena anginnya sangat kencang,” ujarnya.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, tim gabungan juga memusatkan pemadaman di kawasan Jantur, Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, hembusan angin pada siang hari menjadi kendala utama karena membuat api cepat menjalar ke vegetasi kering di sekitarnya.

Heli Water Bombing Segera Beroperasi

Sementara itu, dua unit helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan digunakan untuk melakukan water bombing hingga kemarin sore belum tiba di savana Gunung Bromo.

Helikopter tersebut diketahui telah berangkat dari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Kamis (6/8) pukul 09.12. Kedua helikopter diperkirakan mulai beroperasi siang ini (7/8) untuk mendukung pemadaman dari udara.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satrio Nurseno menjelaskan, situasi di lapangan sebenarnya sempat terkendali pada Rabu (5/8) malam saat kobaran api mulai mereda. Namun, kondisi itu tidak bertahan lama.

“Keringnya rerumputan dan vegetasi akibat kemarau memicu titik api baru menyala kembali pada Kamis pukul 01.00 dini hari kemarin (6/8), tepatnya di Blok Bukit Jantur,” katanya. (gus/hn/ian/ttg)

 

Editor : Hendra
Sumber : Radar Bromo, Jawa Pos Koran
Kebakaran Bromo TNBTS Taman Nasional Bromo Tengger Semeru