JawaPos.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Surakarta menangkap HDP, 31, dan NIZ, 25, pasangan kekasih yang diduga membuang bayi laki-laki di toilet gerbong eksekutif KA Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya. Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda.
"HDP ditangkap di wilayah Yogyakarta, sedangkan NIZ diamankan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah," kata Wakapolresta Surakarta Kombes Pol Sigit, Jumat (10/7).
Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian kedua tersangka, koper, serta perlengkapan bayi.
"Kedua tersangka dijerat Pasal 429 juncto Pasal 430 juncto Pasal 20 KUHP tentang penelantaran anak dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," ujarnya.
Sementara itu, bayi laki-laki yang ditemukan di dalam toilet kereta masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Tingkat IV Surakarta. Polresta Surakarta juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Surakarta terkait penanganan dan pengasuhan bayi tersebut.
"Untuk bayi tetap dirawat di RS Bhayangkara. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait penanganan selanjutnya," katanya.
Kasus ini terungkap setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di beberapa stasiun kereta api.
Kasatreskrim PPA Polresta Surakarta Kompol Ratna Karlinasari mengatakan, semula kedua pelaku berencana menitipkan bayi tersebut ke panti asuhan. Namun, rencana itu urung dilakukan.
"Motifnya karena bingung. Mereka belum menikah, sementara pelaku laki-laki sudah beristri dan memiliki anak. Awalnya ada upaya menitipkan ke panti, tetapi akhirnya berinisiatif meninggalkan bayi di tempat umum agar segera ditemukan dan diasuh orang," jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, NIZ melahirkan sendiri di rumah pada 2 Juli 2026. Dua hari kemudian, keduanya berangkat menggunakan ojek daring menuju Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, dengan rencana naik KRL ke Stasiun Klaten.
Saat berada di kawasan stasiun, mereka melihat KA Sancaka tujuan Surabaya dan muncul ide meninggalkan bayi di gerbong eksekutif. NIZ masuk ke dalam gerbong sambil menggendong bayi, lalu meletakkannya di toilet. Sementara itu, HDP menunggu di luar gerbong.
Setelah meninggalkan bayi, keduanya kembali ke Yogyakarta melalui Stasiun Tugu sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju daerah asal. (ves/ai)
Editor : Hendra