JawaPos.com – Iran kembali meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk Persia. Serangan yang dilancarkan hampir bersamaan ke beberapa negara itu disebut sebagai balasan atas gempuran Negeri Paman Sam.
Mengutip laporan AFP kemarin (12/7), ledakan terdengar di Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain. Sementara itu, berdasarkan klaim Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui tayangan resminya, serangan dilancarkan ke enam negara, yakni UEA, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Qatar.
"Anda telah diperingatkan. Tidak ada lagi alasan. Kami harus menyerang," kata salah seorang petinggi IRGC.
Dalam pernyataan resmi IRGC yang disiarkan IRIB, sebagaimana dikutip Al Jazeera, salah satu sasaran mereka adalah landasan udara AS di Yordania. Mereka menyebut lokasi tersebut merupakan hanggar yang menampung drone MQ-9. Rudal balistik Iran diklaim berhasil menghantam pusat komando dan kendali di pangkalan militer tersebut.
Salah satu pemicu serangan Iran adalah langkah AS yang terus mendesak kapal tanker melewati Selat Hormuz. Padahal, Iran menyatakan telah menutup selat yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia itu. Selain itu, Teheran juga mengklaim militer Washington menyerang fasilitas telekomunikasi di pesisir selatan Iran.
IRGC menegaskan, rentetan serangan tersebut baru permulaan. Iran disebut bersiap melancarkan serangan lanjutan.
"Agresi berkelanjutan dari AS akan menyebabkan respons yang lebih keras," kata perwakilan IRGC.
Peringatan Keras
Rentetan serangan Teheran dimulai sejak Kamis (9/7). Bersamaan dengan itu, Iran memperingatkan AS agar tidak lagi melancarkan serangan ke wilayahnya. Jika Washington tetap menyerang, Teheran mengancam akan membidik seluruh fasilitas militer AS di kawasan Teluk.
Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan. Menurut laporan CNN, AS kembali melancarkan serangan ke Iran kemarin (12/7). Washington beralasan Iran telah menyerang atau menembaki kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) dalam pernyataan resminya menyebut serangan terbaru diluncurkan Minggu (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 waktu Teheran. Serangan tersebut dilakukan atas arahan Presiden Donald Trump.
Serangan itu dilancarkan setelah IRGC secara terbuka menyerang kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz.
"Amerika Serikat menyebabkan kerugian besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Iran telah membuat pilihan yang buruk.
"Sekarang mereka membayar akibatnya," katanya.
Editor : Hendra