JawaPos.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengaku lega karena cita-citanya menggelar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, akhirnya terwujud.
Pria yang akrab disapa Gus Yahya itu menilai pemilihan Ponpes Bahrul Ulum sebagai lokasi Muktamar NU ke-35 memiliki makna historis. Pasalnya, pesantren tersebut didirikan KH Abdul Wahab Chasbullah, salah seorang pendiri NU. Karena itu, muktamar kali ini dinilai memiliki arti lebih dari sekadar agenda lima tahunan organisasi.
"Ini menjadi kebahagiaan bagi saya dan warga Nahdlatul Ulama," ujar Gus Yahya saat bersilaturahmi ke Ponpes Bahrul Ulum, kemarin (12/7), seperti dilansir Radar Jombang, Grup Jawa Pos.
Kunjungan tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus mendatang. Setibanya di Ndalem Kesepuhan Ponpes Bahrul Ulum, Gus Yahya disambut Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozak) bersama jajaran pengasuh pondok.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menegaskan bahwa kedatangannya merupakan sowan secara pribadi.
Ia berharap Muktamar NU ke-35 dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi organisasi, bangsa, maupun masyarakat dunia.
"Semoga seluruh proses muktamar berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan, bukan hanya bagi Nahdlatul Ulama dan warganya, tetapi juga bagi bangsa Indonesia, kehidupan beragama, hingga kemanusiaan secara luas," katanya. (ang/naz/ttg)
Diharapkan Lahirkan Rumusan Strategis Hadapi Tantangan Zaman
Gus Yahya menilai Muktamar NU ke-35 menjadi momentum penting karena berlangsung ketika Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua. Menurut dia, organisasi harus mampu merespons berbagai perubahan global agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Karena itu, dia berharap muktamar di Tambakberas tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan rumusan-rumusan strategis untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi organisasi ke depan.
Gus Yahya optimistis atmosfer keilmuan dan spiritual di Pondok Pesantren Bahrul Ulum akan menjadi bekal bagi para peserta muktamar dalam merumuskan keputusan terbaik bagi organisasi.
"Semoga seluruh keputusan yang lahir nanti benar-benar menjadi landasan bagi masa depan Nahdlatul Ulama yang semakin kuat, semakin bermanfaat, dan membawa keberkahan bagi umat," katanya. (ang/naz/ttg)
Editor : Hendra