Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Biodata Nyimas Laula: Fotografer National Geographic hingga Wall Street Journal yang Viral Dikecam di Media Sosial

jpg • Minggu, 5 Juli 2026 | 17:53 WIB
Nyimas (kiri) bersama CEO Apple, Tim Cook. Video Nyimas Laula yang viral dan mendapat banyak kecaman di sebuah gym di Bali membuat publik penasaran dengan sosoknya. (Dok. Pribadi Nyimas Laula)
Nyimas (kiri) bersama CEO Apple, Tim Cook. Video Nyimas Laula yang viral dan mendapat banyak kecaman di sebuah gym di Bali membuat publik penasaran dengan sosoknya. (Dok. Pribadi Nyimas Laula)

JawaPos.com - Video Nyimas Laula yang viral di sebuah gym di Bali membuat sosok fotografer dokumenter ini menjadi sorotan. Berikut biodata, perjalanan karier, prestasi, hingga polemik yang membuat namanya ramai diperbincangkan.

Video yang memperlihatkan Nyimas Laula memarahi seorang pria di sebuah gym di Bali membuat namanya menjadi perbincangan luas. Sejak rekaman tersebut viral di media sosial, banyak orang mulai mencari tahu sosok perempuan yang dikenal sebagai fotografer dokumenter itu.

Di balik kontroversi tersebut, ia memiliki rekam jejak panjang di dunia fotografi. Selama bertahun-tahun, perempuan tersebut banyak mengangkat isu lingkungan hidup, hak asasi manusia, dan persoalan sosial melalui karya-karyanya.

Perbincangan mengenai dirinya bermula setelah video saat ia memarahi seorang pria di area angkat beban tersebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman itu, dia terdengar melontarkan kata-kata kasar yang kemudian memicu kritik dari banyak warganet.

Tak lama setelah video tersebut ramai diperbincangkan, akun Instagram dengan nama pengguna @nyimaslaula juga tidak lagi dapat ditemukan melalui fitur pencarian. Hingga kini belum diketahui apakah akun itu dinonaktifkan, dihapus oleh pemiliknya, atau hanya berganti nama pengguna. Ia pun belum memberikan penjelasan mengenai hilangnya akun tersebut.

Baca Juga: Nyimas Laula Beri Tanggapan! Netizen Kecam Aksi Kontributor New York Times di We Fitness Bali

Klarifikasi Nyimas Laula

Fotografer itu sempat memberikan penjelasan melalui akun Threads miliknya. Menurut dia, emosinya dipicu oleh seorang pria yang beberapa kali melintas di area platform saat dirinya sedang menjalani sesi Olympic weightlifting.

Ia menjelaskan bahwa platform tersebut merupakan area khusus untuk latihan sekaligus percobaan personal record (PR). Karena itu, menurutnya, tidak semestinya ada orang yang berjalan di dekat atlet yang sedang mengangkat beban karena berpotensi membahayakan keselamatan.

Meski sudah menyampaikan klarifikasi, penjelasan tersebut belum mampu meredam kritik publik. Sebagian warganet mengaku memahami alasan yang disampaikan perempuan itu dari sisi keselamatan. Namun, banyak pula yang menilai cara ia meluapkan emosi tetap tidak tepat dan berlebihan.

Sampai berita ini ditulis, pria yang terekam dalam video viral tersebut belum memberikan tanggapan ataupun pernyataan kepada publik.

Baca Juga: Nyimas Laula Viral dan Dikecam, Akun Instagram Kontributor New York Times dan National Geographic Mendadak Hilang

Video Nyimas Laula yang viral dan mendapat banyak kecaman di sebuah gym di Bali membuat publik penasaran dengan sosoknya. (Dok. Pribadi Nyimas Laula)
Video Nyimas Laula yang viral dan mendapat banyak kecaman di sebuah gym di Bali membuat publik penasaran dengan sosoknya. (Dok. Pribadi Nyimas Laula)

Biodata Nyimas Laula

Berdasarkan informasi di situs pribadinya, Nyimas Laula merupakan fotografer dokumenter asal Indonesia yang mulai berkarier pada 2015. Sejak saat itu, ia menaruh perhatian pada berbagai isu lingkungan hidup, hak asasi manusia, dan persoalan kemanusiaan di sejumlah daerah di Indonesia.

Selama menekuni profesinya, perempuan tersebut telah menghasilkan karya untuk berbagai media internasional ternama. Beberapa di antaranya adalah Reuters, The New York Times, The Wall Street Journal, National Geographic, Bloomberg, dan Vogue.

Pada masa awal kariernya, ia mendokumentasikan kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh. Selain itu, dirinya juga terlibat dalam peliputan salah satu kebakaran hutan terbesar di Indonesia untuk Greenpeace.

Pada 2019, fotografer tersebut menghabiskan sekitar enam bulan mendokumentasikan persoalan pencemaran plastik di Bali.

Lewat proyek itu, ia juga menyoroti berbagai inisiatif masyarakat lokal dalam mengurangi dampak sampah plastik terhadap lingkungan.

Hasil karyanya pernah dipamerkan di sejumlah ajang internasional, seperti Photoville di New York City, Hong Kong Press Club, hingga Jamii Esplanade di Toronto melalui proyek dokumenter bertajuk INSIDE.

Tak hanya berkarya di bidang fotografi, pada 2021 ia juga ikut menyutradarai serial dokumenter yang mengangkat dampak pandemi Covid-19 terhadap komunitas petani gula kelapa di Jawa Tengah.

Tangkapan layar video Nyimas Laula yang banyak mendapat hujatan di akun Threads. (Dok. Threads Nyimas Laula)
Tangkapan layar video Nyimas Laula yang banyak mendapat hujatan di akun Threads. (Dok. Threads Nyimas Laula)

Prestasi Nyimas Laula

Selama berkiprah sebagai fotografer, ia berhasil meraih sejumlah penghargaan dan nominasi internasional.

Pada 2024, perempuan itu memperoleh Award of Excellence in Journalistic Innovation dalam SOPA Awards melalui proyek Beneath The Sands bersama Environmental Reporting Collective.

Sebelumnya, pada 2022, serial dokumenter Farmers Fighting The Global Crisis yang turut dikerjakannya masuk nominasi The Webby Awards untuk kategori Unscripted Documentary.

Selain diterbitkan oleh Reuters, The New York Times, The Wall Street Journal, National Geographic, Bloomberg, dan Vogue, karya-karyanya juga pernah dimuat di The Washington Post Magazine, Rest of World, DER SPIEGEL, DIE ZEIT, serta VICE News.

Di luar aktivitas fotografi, pemilik nama Nyimas Laula itu juga mengerjakan berbagai proyek bersama sejumlah organisasi dan perusahaan, di antaranya Greenpeace Indonesia, Samsung Indonesia, Clinique, Dove, Kopernik, dan GirlGaze.

Polemik yang menyeret nama Nyimas Laula pun disayangkan banyak pihak. Pasalnya, fotografer tersebut selama ini dikenal melalui karya-karyanya yang mengangkat isu lingkungan hidup, kemanusiaan, dan hak asasi manusia, bahkan telah mendapat pengakuan dari sejumlah media internasional.

Namun, satu video yang viral di media sosial membuat perhatian publik lebih banyak tertuju pada kontroversi dibandingkan rekam jejak profesionalnya.

Di era media sosial, sebuah potongan video dapat dengan cepat membentuk persepsi publik terhadap seseorang. Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, insiden di gym Bali itu membuat nama Nyimas lebih banyak diperbincangkan karena kontroversinya daripada deretan karya foto dan prestasi yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.

Biodata Nyimas Laula kini menjadi salah satu topik yang banyak dicari setelah video viral di gym Bali memicu perdebatan di media sosial. Perkembangan terkait polemik Nyimas Laula, termasuk klarifikasi maupun tanggapan dari pihak-pihak yang terlibat, masih menjadi perhatian publik.

Editor : Hendra
#Nyimas Laula #National Geographic #Video Nyimas Laula #Bloomberg #viral