Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Nyimas Laula Viral dan Dikecam, Akun Instagram Kontributor New York Times dan National Geographic Mendadak Hilang

jpg • Minggu, 5 Juli 2026 | 17:42 WIB
Video Nyimas Laula yang viral dan mendapat banyak kecaman di sebuah gym di Bali membuat publik penasaran dengan sosoknya. (Dok. Pribadi Nyimas Laula)
Video Nyimas Laula yang viral dan mendapat banyak kecaman di sebuah gym di Bali membuat publik penasaran dengan sosoknya. (Dok. Pribadi Nyimas Laula)

JawaPos.com - Video Nyimas Laula yang viral di sebuah gym di Bali membuat publik penasaran dengan sosoknya. Di balik peristiwa tersebut, ia dikenal sebagai fotografer Indonesia yang banyak mengangkat isu lingkungan dan hak asasi manusia serta telah berkarya untuk berbagai media internasional.

Nama Nyimas Laula masih menjadi sorotan publik setelah video dirinya memarahi seorang pria di sebuah gym di Bali viral di media sosial. Insiden tersebut memicu gelombang kritik dari warganet.

Di tengah ramainya perbincangan itu, akun Instagram milik Nyimas Laula kini juga ikut menjadi perhatian. Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Tangsel, akun Instagram dengan nama pengguna @nyimaslaula sudah tidak lagi ditemukan melalui fitur pencarian.

Belum diketahui penyebab hilangnya akun tersebut. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah akun itu dinonaktifkan sementara, dihapus oleh pemiliknya, atau hanya berganti nama pengguna. Nyimas juga belum memberikan keterangan terkait hal tersebut.

Sebelumnya, Nyimas yang mengaku bekerja sebagai kontributor New York Times dan Wall Street Journal menuai kecaman usai video yang memperlihatkan dirinya memarahi seorang pria di area angkat beban beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman itu, dia terdengar mengucapkan kata-kata kasar sehingga memancing reaksi negatif dari banyak warganet.

Tanggapan Nyimas

Menanggapi video yang viral tersebut, Nyimas sempat menyampaikan klarifikasi melalui akun Threads miliknya. Dia menjelaskan emosinya dipicu oleh tindakan pria tersebut yang beberapa kali melintas di area platform saat dirinya menjalani sesi Olympic weightlifting.

Menurut Nyimas, platform tersebut merupakan area khusus untuk latihan sekaligus percobaan personal record (PR). Karena itu, dia menilai tidak semestinya ada orang yang berjalan melintas di dekat atlet yang sedang mengangkat beban lantaran berpotensi membahayakan keselamatan.

Meski telah memberikan penjelasan, klarifikasi itu belum sepenuhnya meredakan kritik. Sejumlah warganet mengaku memahami alasan terkait aspek keselamatan, tetapi menilai cara Nyimas meluapkan emosinya berlebihan dan tidak pantas.

Sampai saat ini, pria yang terekam dalam video viral tersebut belum menyampaikan pernyataan atau tanggapan kepada publik mengenai insiden yang terjadi.

Biodata Nyimas Laula

Disadur dari website pribadinya, Nyimas Laula mengaku sebagi fotografer asal Indonesia yang berfokus pada isu lingkungan hidup dan hak asasi manusia di berbagai wilayah Indonesia. Kariernya dimulai pada 2015 dan sejak itu karya-karyanya telah dipublikasikan oleh sejumlah media internasional bergengsi, seperti Reuters, The New York Times, The Wall Street Journal, National Geographic, Bloomberg, hingga Vogue.

Pada awal kariernya, Nyimas mendokumentasikan kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh serta meliput salah satu kebakaran hutan terbesar dalam sejarah Indonesia untuk Greenpeace. Pada 2019, ia menghabiskan enam bulan menelusuri persoalan pencemaran plastik di Bali sekaligus mendokumentasikan berbagai inisiatif masyarakat dalam mengatasinya.

Karya-karya Nyimas juga dipamerkan di berbagai ajang internasional, termasuk Photoville di New York City, Hong Kong Press Club, dan Jamii Esplanade di Toronto melalui proyek dokumenternya berjudul INSIDE. Pada 2021, ia turut menyutradarai serial dokumenter yang mengangkat dampak pandemi Covid-19 terhadap komunitas petani gula kelapa di Jawa Tengah.

Sepanjang kariernya, Nyimas telah meraih sejumlah pengakuan internasional. Pada 2024, ia menerima Award of Excellence in Journalistic Innovation dalam SOPA Awards melalui proyek Beneath The Sands bersama Environmental Reporting Collective. Sebelumnya, pada 2022, serial dokumenter Farmers Fighting The Global Crisis masuk nominasi The Webby Awards untuk kategori Unscripted Documentary.

Baca Juga: Nyimas Laula Beri Tanggapan! Netizen Kecam Aksi Kontributor New York Times di We Fitness Bali

Editor : Hendra
#Nyimas Laula #Wall Street Journal #National Geographic #viral #new york times