Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Helikopter Kembali Padamkan TPA Jatiwaringin Tangerang, BNPB Lakukan Water Bombing

Antara • Minggu, 5 Juli 2026 | 15:25 WIB
Armada helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, melalui pelepasan bom air ke beberapa titik api pada Rabu (1/7/2026). ANTARA/Azmi Samsul M
Armada helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, melalui pelepasan bom air ke beberapa titik api pada Rabu (1/7/2026). ANTARA/Azmi Samsul M

JawaPos.com - Armada helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, melalui pelepasan bom air ke beberapa titik api.

Pantauan ANTARA di lapangan, Rabu, satu unit armada helikopter mulai melepaskan bom air tepat di sebelah utara TPA Jatiwaringin. Dimana armada water bombing ini tiba dari Bandara Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, sekitar pukul 16.55 WIB.

Selama pemadaman, unit penanggulangan dari BNPB ini fokus melakukan penyiraman pada permukaan sampah yang masih mengeluarkan kepulan asap, karena diduga di dalamnya masih terdapat api.Helikopter khusus ini juga akan meringankan petugas lapangan dari BPBD setempat. Sebab, armada udara tersebut memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik api.

Dalam hal ini, BNPB menerjunkan sebanyak dua unit helikopter water bombing untuk mengatasi pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang yang terjadi sejak Selasa (30/6).

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi pada BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan di Tangerang, Rabu, menyampaikan dua helikopter jenis MI-8AMT direposisi dari Provinsi Jambi dan Palembang dikerahkan ke lokasi dalam operasi pemadaman kebakaran TPA.

"BNPB saat ini diperbantukan dua unit heli water bombing yang saat ini sudah ada di Bandara Pondok Cabe, dan yang satu lagi sebentar lagi sampai perjalanan dari Jambi," katanya.

Djohan menyampaikan skema operasi pemadaman api dilakukan di sisi bawah dari utara hingga selatan TPA dilakukan penyemprotan air sebagai pendinginan dengan dilakukan petugas BPBD, TNI, dan Polri setempat.

"Memang untuk sampai ke titik api itu tidak memungkinkan, karena kondisi yang labil berisiko. Karena tumpukan sampah itu membahayakan daripada personel rekan-rekan dari yang pemadam kebakaran maupun TNI, Polri," ujarnya.

BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan menyiapkan satu armada pesawat khusus yang digunakan dalam operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna membantu percepatan pemadaman. Sehingga, situasi kedaruratan kebencanaan ini dapat terkendali.

"Saya perlu ada awan untuk menyirami garam. Jadi, langkah-langkah pusat maupun daerah, kita tidak akan membiarkan begitu saja. Kita harus cepat tanggap," kata dia.

Hingga saat ini luasan kebakaran di TPA Jatiwaringin telah mencapai kurang lebih 15 hektare. Sebelumnya pada Selasa (30/6) dampak kebakaran itu mencapai lima hektare, sehingga ini mengalami perluasan.

Editor : Hendra
#TPA Jatiwaringin #tangerang #bnpb