JawaPos.com - Kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan hidup mandiri masih menjadi tantangan bagi banyak penyandang disabilitas di Indonesia. Keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan, rendahnya kesempatan kerja yang inklusif, serta berbagai hambatan sosial masih menjadi faktor yang menyebabkan sebagian penyandang disabilitas berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.
Berangkat dari realitas tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero dan Mandiri Taspen menggandeng Ruang Amal Indonesia untuk menyelenggarakan Pelatihan Menjahit dan Pendampingan Penempatan Kerja Industri bagi Penyandang Disabilitas yang berlangsung pada 23–27 Juni 2026 di Islamic Center Brebes, Jawa Tengah.
Program ini diikuti oleh 30 peserta dhuafa penyandang disabilitas yang berasal dari Kabupaten Brebes, Tegal, dan Pekalongan.
Sebagai lembaga yang fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan dan akses pekerjaan, Ruang Amal Indonesia memandang bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem tidak cukup dilakukan melalui bantuan sosial semata. Diperlukan pendekatan yang mampu menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, menyampaikan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan kerja yang layak, termasuk penyandang disabilitas. Sehingga melalui program yang bertajuk Madani Vokasi Academy ini, Ruang Amal Indonesia ingin membuka peluang kerja industri bagi penyandang disabilitas agar dapat memiliki penghasilan yang berkelanjutan.
Selama lima hari pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan keterampilan menjahit dengan standar kebutuhan industri alas kaki, penguatan karakter dan disiplin kerja, serta pendampingan kesiapan kerja. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan didampingi untuk mengikuti proses rekrutmen dan penempatan kerja pada perusahaan industri yang menjadi mitra program.
Program ini terselenggara berkat dukungan PT PNM Persero dan Mandiri Taspen yang memiliki komitmen dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara inklusif. Dalam sambutannya, Pemimpin PNM Cabang Tegal, Sutanto menegaskan pentingnya membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat berpartisipasi dalam dunia kerja.
“Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan dan akses yang tepat. Melalui program ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk mandiri, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidupnya. Pemberdayaan yang inklusif akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Sutanto.
Bagi para peserta, program ini tidak hanya menjadi sarana belajar keterampilan baru, tetapi juga menghadirkan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Kesempatan untuk memperoleh pekerjaan formal menjadi langkah penting dalam membangun kemandirian ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Melalui kolaborasi antara Ruang Amal Indonesia, PT PNM Persero, dan Mandiri Taspen, program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang efektif bagi penyandang disabilitas. Dengan menghubungkan pelatihan keterampilan dan akses kerja industri, Program Amal Vokasi berupaya memastikan bahwa tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.
Bagi Ruang Amal Indonesia, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari seberapa banyak peserta yang berhasil memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf hidupnya.
“Karena pada akhirnya, tujuan utama dari Program Amal Vokasi adalah membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya bagi masyarakat yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap dunia kerja,” pungkas Slamet.
Editor : Hendra