Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Listrik Padam Sedetik Saja Bisa Picu Kerugian Besar Industri, Penghobi Ikan Turut Terdampak

Tatang Mahardika • Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:56 WIB
Petugas saat melakukan perawatan sutet milik PLN di kawasan Pluit, Jakarta (22/4/2024).
Petugas saat melakukan perawatan sutet milik PLN di kawasan Pluit, Jakarta (22/4/2024).

JawaPos.com - Pemadaman listrik bergilir sudah diantisipasi pengelola pusat perbelanjaan sejak tiga bulan lalu. Genset, pasokan bahan bakar, hingga personel disiapkan.

Menurut General Manager Pakuwon Mall Surabaya Hendie Santoso, kesiapan tersebut diterapkan di seluruh jaringan mal Pakuwon, mulai Pakuwon Mall, Grand Pakuwon, Tunjungan Plaza, Pakuwon City Mall, Royal Plaza, hingga Pakuwon Trade Center. Hendie mengungkapkan, pemadaman listrik sempat terjadi selama sekitar tiga jam di kawasan Grand Pakuwon.

Baca Juga: Listrik Masih Byar-Pet, Bahlil Lahadalia Sebut Tak Ada Kendala Pasokan Listrik Nasional

Namun, aktivitas pusat perbelanjaan tetap berjalan normal karena sistem cadangan listrik langsung berfungsi. “Pengunjung tidak merasakan dampaknya karena genset langsung bekerja,” katanya.

Sementara itu, CEO Ladang Lima Raka Bagus Vinaya menjelaskan, perusahaannya yang berada di area industri pun masih mengalami listrik mati meski tak selama dari informasi yang beredar.

Dia menegaskan, terputusnya suplai listrik sangat fatal bagi perusahaan. Apalagi bagi perusahaan makanan dan minuman seperti dirinya. 

Penyimpanan bahan baku dan produk harus di freezer yang butuh suplai listrik terus-menerus. “Kalau produksi terhenti, target pesanan juga akan mundur,” jelasnya.

Terima Keluhan

Terpisah, Ketua DPP Apindo Jatim Eddy Widjanarko mengatakan, pihaknya sudah menerima beberapa keluhan mengenai masalah suplai listrik. Terutama, bisnis restoran atau produksi makanan dan minuman.

Dia menegaskan, mati listrik hanya sedetik sudah bisa memicu kerugian besar bagi industri. Sebab, mesin yang mati butuh waktu beberapa jam untuk kembali ke kapasitas maksimal.

Baca Juga: Status Dana Hibah MBG Disorot! BGN Sebut Bebas Pajak, Kemenkeu Tegaskan Tetap Jadi Objek PPh

“Masalahnya, beberapa pelaku saat ini sudah tak punya genset. Mereka mematikan suplai internal karena janji PLN yang akan menyediakan listrik stabil. Beberapa tahun ini kan PLN selalu menegaskan bahwa pasokan listrik selalu oversuplai,” ungkapnya.

Dia berharap pemangku kepentingan bisa segera menyelesaikan krisis yang ada. Sebab, citra Indonesia sebagai produsen batu bara akan terkesan ironis jika suplai listrik tak bisa dipastikan.

Sisi Penghobi Ikan

Jeffri Arowana, salah seorang penghobi ikan hias di Surabaya, juga berharap pemadaman listrik dapat lebih terjadwal. Itu agar penghobi memiliki waktu menyiapkan langkah antisipasi.

Senin (15/6) lalu saat listrik padam dari pukul 13.00 sampai 16.00, kondisi 20 ekor ikan arwana peliharaanya mulai menunjukkan tanda kekurangan oksigen. “Ikan ada yang sudah megap-megap waktu listrik mati,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi itu, dia menggunakan suplai oksigen murni sementara sambil menunggu listrik kembali menyala. Oksigen dialirkan ke akuarium melalui bantuan aerator agar sirkulasi tetap berjalan.

Setelah sekitar 10 menit diberi tambahan oksigen, kondisi ikan mulai kembali stabil hingga listrik menyala sekitar pukul 16.30. “Kalau tidak dikasih oksigen, saya khawatir kondisi ikan semakin drop,” katanya. 

Editor : Hendra
#pln #pemadaman listrik