JawaPos.com - Pemprov DKI melaksanakan refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Rano Karno dalam kegiatan “Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” di Taman Ayodya, yang akan segera berganti nama menjadi Taman Bendera Pusaka, kemarin (20/2). Kegiatan itu dilaksanakan untuk memaparkan capaian sekaligus evaluasi kinerja selama setahun terakhir.
Gubernur DKI Pramono Anung menuturkan, 97 persen dari 40 program prioritas telah direalisasikan. Tiga program yang belum tuntas, yang diantaranya insentif RT/RW serta penguatan sistem CCTV.
“Ternyata untuk CCTV bukan sesuatu yang susah, karena sekarang dengan teknologi yang ada, kita bisa mengoneksikan CCTV yang dimiliki oleh kantor-kantor dan sebagainya. Sehingga program itu akan kami lanjutkan, mudah-mudahan dalam tahun ini Jakarta akan mempunyai CCTV yang lebih lengkap, terutama sebenarnya untuk transportasi. Jadi secara keseluruhan sebenarnya hampir semuanya terealisasikan, tapi memang minor bangetlah ada,’’ terangnya.
Adapun untuk insentif RT/RW belum bisa diwujudkan dalam setahun ini karena ruang fiskal menyempit setelah Dana Bagi Hasil (DBH) terpangkas hingga Rp15 triliun. Meski begitu, dia memastikan komitmen tersebut tetap dijalankan.
Dalam setahun memimpin Jakarta, ada beberapa capaian yang berhasil diraih Jakarta. Peringkat Global City Jakarta naik dari posisi 74 menjadi 71 dalam 10 bulan terakhir. Dia optimistis tren tersebut terus membaik seiring pembenahan mendasar di berbagai sektor.
Dari sisi ekonomi, Jakarta tumbuh 5,21 persen, melampaui angka nasional 5,11 persen. Bahkan pada triwulan IV, pertumbuhan mencapai 5,71 persen.
“Kami bersyukur ketimpangan dan kesempatan kerja menunjukkan perbaikan. Ini hasil kerja keras bersama,” katanya.
Di sektor pendidikan, Pemprov DKI juga memastikan anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tidak dikurangi. Penerima KJP mencapai 707.513 siswa dengan anggaran sekitar Rp1,6 triliun. Sementara KJMU menyasar 16.920 mahasiswa. Total anggaran keduanya mendekati Rp2 triliun.
Di lokasi yang sama, Wakil Gubernur DKI Rano Karno menuturkan, satu tahun pertama pemerintahan difokuskan pada penyelesaian program Quick Win. Dari total 40 program prioritas, sebanyak 97 persen telah diselesaikan, sementara tiga program lainnya masih dalam proses karena membutuhkan waktu lebih panjang.
''Kami sadar membangun Jakarta tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Namun, fondasi sudah kami letakkan. Tahun kedua ini kami sudah memiliki arah program yang lebih terstruktur melalui APBD 2026,” urainya.
Menurut Rano, ada tiga persoalan utama Jakarta yang menjadi prioritas penanganan, yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan. Untuk penanganan banjir, Pemprov DKI telah memulai normalisasi sungai, termasuk pembebasan lahan di sejumlah titik sepanjang Sungai Ciliwung. Program normalisasi juga akan dilanjutkan secara masif pada 2026, mencakup Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut, serta pengerukan di wilayah Jakarta Barat.
Di sektor transportasi, Pemprov DKI memperkuat integrasi dan penambahan armada Transjabodetabek dengan membuka sejumlah rute baru yang menghubungkan Jakarta dengan daerah penyangga, seperti Alam Sutera, Ciputat, Bogor, Bekasi, Cengkareng, hingga Sawangan, Depok. Dalam waktu dekat, rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta juga akan dibuka dengan tarif tetap Rp3.500.
Editor : Hendra