JawaPos.com – Hujan deras di Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan terus berlanjut beberapa hari ke depan.
Untuk itu, Pemprov Jakarta bersiap ikut menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mencegah banjir di Ibu Kota.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengungkapkan, OMC akan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan fokus di sejumlah wilayah rawan seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Jakarta.
"Rencana OMC akan dilakukan oleh BNPB atas arahan Kepala BNPB, fokus di atas Bogor, Bekasi, Tangerang dan Jakarta, mulai dari Bogor. Sebagai upaya mengurangi peningkatan debit air di hulu, karena Bogor selain rawan banjir juga longsor," ujar Isnawa, Senin (7/7).
BMKG memprediksi intensitas hujan akan sedikit menurun dalam tiga hari ke depan. Namun, ada potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada hari keempat. Karena itu, kesiapsiagaan tetap dilakukan.
"Prediksi BMKG sampai tiga hari ke depan intensitas hujan agak menurun. Namun di hari ke-4, khusus Jaksel dan Jaktim ada peningkatan pertumbuhan awan hujan," jelas Isnawa.
Isnawa mengaku telah melaporkan hal ini kepada Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Selanjutnya akan disiapkan kebutuhan operasional sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
"Saya sudah lapor Pak Gub dan Wagub, BPBD dengan anggaran yang ada akan persiapkan. OMC sambil tiap hari kami dan BMKG lakukan pengamatan cuaca. Kami sedang persiapkan proses OMC tersebut," katanya.
"Nah kami tunggu prediksi terkini BMKG, baru BPBD adakan (OMC) tersendiri," sambungnya.
BMKG dan BNPB Mulai Gelar Modifikasi Cuaca
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemda setempat resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai hari ini, Senin (7/7).
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan, koordinasi telah dilakukan lintas lembaga untuk mempercepat pelaksanaan operasi. Pusat kendali atau posko OMC telah disiapkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
"Jadi, kami sudah bekerja sama, berkoordinasi dengan pemda di Jawa Barat dan BNPB mulai hari ini kita akan melakukan operasi modifikasi cuaca untuk wilayah DKI dan ke Jawa Barat," ujarnya, Senin (7/7).
Operasi ini dilakukan menyusul curah hujan di Jakarta dan sekitarnya yang masih tinggi, termasuk kawasan hulu di Jawa Barat tak kunjung mereda. Ia berharap, OMC dapat mengurangi intensitas hujan di Jabodetabek.
"Kita berusaha mudah-mudahan hujannya akan turun pada hari ini dan seterusnya bisa kita kurangi, sehingga akan mengurangi beban penderitaan teman-teman yang sedang terdampak banjir itu," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menambahkan, pelaksanaan OMC sudah dimulai sejak pagi tadi dan direncanakan berlangsung hingga 11 Juli 2025.
Ia juga mengungkapkan bahwa penguatan armada udara sangat mungkin dilakukan jika situasi memburuk. "Ini rencana akan berlangsung sampai dengan tanggal 11 Juli," terangnya.
Pihaknya, kata Budi, akan melakukan review setiap harinya terkait pelaksanaan OMC. Nantinya akan dilihat seberapa efektifnya OMC dengan menggunakan satu pesawat milik BNPB.
"Kalau nanti diperlukan, armada TNI juga mungkin akan siap mendukung karena coverage-nya kalau kita lihat Jawa Barat dan DKI nih yang perlu diantisipasi, terutama di wilayah hulu Jabodetabek," kata Budi.