JawaPos.com - Konsep virtual sudah tidak asing lagi di era teknologi canggih seperti sekarang. Hal ini semakin merambah ke dunia hiburan, salah satunya dunia idol, yang sebelumnya identik dengan sosok nyata yang tampil di atas panggung. Kini, kemajuan teknologi memungkinkan lahirnya idol virtual yang mampu berinteraksi dan tampil layaknya idol biasanya.
PLAVE adalah grup idol virtual asal Korea yang semakin viral di kalangan penggemar K-pop. Mereka memadukan teknologi canggih dengan pesona khas idol sungguhan. Namun, banyak yang penasaran, apakah mereka sepenuhnya dikendalikan oleh AI atau ada manusia di balik layar?
Siapa Itu PLAVE?
PLAVE adalah boy group virtual beranggotakan lima member yang debut pada 2023. Nama mereka berasal dari gabungan kata play dan rêve (bahasa Prancis untuk "mimpi"). Mereka menggabungkan grafik komputer dengan nyanyian untuk menciptakan sensasi digital yang memikat audiens di seluruh dunia.
Grup ini terdiri dari Yejun, Noah, Bamby, Eunho, dan Hamin, masing-masing dengan kepribadian unik dan talenta yang beragam. Visual mereka dibuat menyerupai karakter anime, tetapi dengan ekspresi yang sangat hidup. Gerakan mereka menggunakan teknologi motion capture, sehingga terasa lebih natural.
Baca Juga: Terjatuh Bukan Berarti Kalah! Inilah 5 Tips Ampuh untuk Mengatasi Kegagalan
Debut dan Lagu-Lagu Self-Produced
PLAVE debut dengan lagu Wait for You, yang langsung menarik perhatian netizen. Keunikan PLAVE dibandingkan idol lain adalah keterlibatan mereka dalam produksi musik dan koreografi mereka sendiri. Tiga member—Yejun, Noah, dan Eunho—termasuk dalam producer line, sementara Bamby dan Hamin tergabung dalam choreographer line. Hal ini membuat konsep mereka semakin unik dan autentik di industri K-pop.
Teknologi di Balik PLAVE
Memanfaatkan game engine dan teknologi motion capture, PLAVE mampu menampilkan gerakan para anggotanya dengan realistis serta berinteraksi langsung dengan penggemar melalui siaran langsung di YouTube dan percakapan satu lawan satu melalui layanan pesan pribadi Bubble. Berkat teknologi canggih, mereka juga dapat mengadakan konser virtual yang terasa nyata bagi para penonton.
Popularitas PLAVE dan Fanbase yang Tumbuh Pesat
Dalam waktu singkat, PLAVE telah mengumpulkan jutaan penggemar global. Mereka aktif di platform seperti YouTube dan TikTok dengan engagement yang sangat tinggi. Bahkan, beberapa video mereka berhasil mencapai jutaan views hanya dalam hitungan hari.
Baca Juga: Bingung Masak Apa untuk Munggahan? Ini 7 Rekomendasi Menu Andalan yang Selalu Jadi Favorit!
Dengan konsep unik dan interaksi yang terasa nyata, PLAVE berhasil menarik perhatian tidak hanya penggemar K-pop, tetapi juga pecinta teknologi. Basis penggemar mereka yang terus berkembang menunjukkan semakin kaburnya batas antara idol virtual dan idol di kehidupan nyata. Banyak penggemar merasa koneksi yang nyata dengan persona digital mereka serta musik yang mereka hasilkan.
"Aku menjadi penggemar karena musik mereka, meskipun awalnya tidak tertarik dengan idol virtual. Karakter mereka dan chemistry di antara mereka sangat menawan," kata seorang penggemar berusia 40-an, dikutip dari The Korea Times yang diakses 20/02/2025).
Kontroversi: Apakah PLAVE Dikendalikan oleh AI atau Manusia?
Banyak yang bertanya-tanya, apakah member PLAVE sepenuhnya dikendalikan oleh AI atau masih melibatkan manusia di balik layar? Faktanya, PLAVE sepenuhnya dikendalikan oleh manusia. Hanya konsep mereka yang virtual, sementara produksi musik, suara, dan koreografi dilakukan sepenuhnya oleh individu nyata yang berada di balik avatar digital mereka.
Baca Juga: Ingin Menambah Wawasan? Ini 5 Universitas Terbaik di Tangerang Selatan!
Para member menggunakan teknologi motion capture (mocap) untuk menghidupkan karakter mereka, memungkinkan mereka menampilkan ekspresi dan gerakan yang natural. Identitas asli mereka tetap menjadi privasi, sebagai bagian dari konsep virtual yang mereka usung.
Sebagai penggemar, mari menikmati sajian kemajuan teknologi yang mereka tampilkan dan menghargai kerja keras tim dibalik avatar PLAVE. Dengan memanfaatkan teknologi ini, mereka menghadirkan hiburan baru yang kreatif dan inovatif, membuka babak baru dalam dunia K-pop.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah