JawaPos.com - Butik Emas Logam Mulia Antam di Setiabudi One, Jakarta Selatan dipadati warga yang hendak membeli emas batangan, Senin (14/4).
Sejak dibuka pada pukul 08.30 WIB, emas Antam dengan stok gramasi mulai dari 5 sampai dengan 50 gram terpantau sudah ludes dibeli masyarakat kurang dari empat jam hingga pukul 11.49 WIB.
Petugas keamanan menyebut stok yang tersedia sisa dalam gramasi kecil, yakni 0,5 gram dan 1 gram saja. Sedangkan gramasi yang lebih besar, masyarakat disarankan untuk kembali datang ke Butik Antam di esok hari untuk mendapatkannya.
“Stok emas yang habis 5 gram, 10 gram, 25 gram, dan 50 gram,” kata petugas keamanan yang diumumkan melalui speaker.
Lebih lanjut, petugas keamanan itu pun menyebut setiap yang datang untuk membeli emas Antam dibatasi hanya 3 keping per orang.
Itu artinya, jika seseorang ingin membeli emas Antam dengan gramasi 25 gram. Maka, maksimalnya hanya boleh membeli 3 keping atau setara dengan 75 gram emas Antam.
“Kalau beli 25 gram, batasnya 3 keping, jadi 75 gram,” ujar petugas.
Sementara itu secara terpisah, PT Aneka Tambang Tbk mencatat adanya permintaan emas logam mulia Antam yang melonjak pada sebelum dan setelah Lebaran 2025. Imbasnya, sejumlah stok emas fisik dengan beragam gramasi dijual terbatas di beberapa butik Antam.
Kendati begitu, Corporate Secretary Division Head Antam, Syarif Faisal Alkadrie menyampaikan bahwa Antam terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan produk dengan mengoptimalkan proses produksi dan distribusi agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.
“Kami juga memperkuat strategi pengadaan bahan baku emas, baik dari tambang emas kami di Pongkor maupun melalui kerjasama dengan pihak ketiga, termasuk PT Freeport Indonesia,” kata Syarif Faisal kepada JawaPos.com, Jumat (11/4).
Dia juga menjelaskan, PT Antam telah menerima pengiriman tahap pertama dari PT Freeport sebagai bagian dari komitmen bersama untuk penyediaan bahan baku emas bagi produk logam mulia Antam.
Baca Juga: Panduan Lengkap 5 Cara Mudah Cek Keaslian Emas ANTAM LM, Bisa via Aplikasi!
“Dengan memastikan langkah-langkah ini, kami berupaya agar produk logam mulia dapat tersedia secara konsisten di pasar dan gerai-gerai kami,” jelas Syarif.
Selain menggandeng pihak ketiga, Syarif memberkan bahwa saat ini Antam juga tengah membangun fasilitas pengolahan logam mulia baru di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.
Menurutnya, pabrik di Gresik itu memang dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi serta efisiensi operasional perusahaan dengan fokus pada pengolahan bahan baku emas dalam negeri.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang ANTAM untuk memperkuat ketahanan pasokan dan memberikan layanan yang berkelanjutan kepada pelanggan,” bebernya.
Editor : Hendra