JawaPos.com - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji dilaporkan ke Polda Jatim oleh seorang pemilik perusahaan di Surabaya. Hal ini berawal usai Armuji melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terkait penahanan ijazah karyawan di kawasan Margomulyo.
Sidak itu diupload oleh Cak Ji- sapaan Armuji- melalui akun media sosialnya. Dalam postingan tersebut Cak Ji mendatangi sebuah perusahaan setelah pihaknya mendapat aduan warga terkait penahanan ijazah. Armuji datang untuk mengklarifikasi pemilik.
Namun kedatangan wakil wali kota Surabaya ini tidak disambut. Cak Ji pun berusaha menghubungi pemilik perusahaan melalui sambungan telepon, pemilik bernama Diana justru berbicara dengan nada tinggi kepada Cak Ji dan menuduhnya sebagai penipu.
Menanggapi laporan tersebut, Armuji langsung memberikan responnya. "Terima kasih atas laporannya, Han Jwa Diana," ujar Armuji di akun instagrammnya.
Han Jwa Diana atau Diana Jan Hwa diduga merupakan pemilik perusahaan CV. Sentosa Seal yang bergerak di bidang jasa dan distribusi material seal.
Diana menikah dengan Handy Soenaryo dan dikaruniai enam orang anak. "Hard worker women and love her 6 kids. Always enjoy life and happy," tulis Diana di profil media sosialnya.
Diana juga memberikan sanggahan di akun facebooknya dengan mengunggah berkas surat tanda penerimaan laporan dari Polda Jawa Timur untuk Armuji.
Ia juga men-tag akun wali kota Surabaya, Eri Cahyadi. Hingga berita ini dibuat, unggahan tersebut telah mendapatkan 128 komentar dari warganet.
"klafirikasi jawaban dari video tiktok yg dibuat dan diunggah oleh pemilik akun Bapak Armuji. Sebagai pimpinan yg baik harusnya bapak mengecek bukti-bukti terkait tuduhan bapak. Bapak sudah menggiring opini publik yg mengakibatkan kerugian material dan inmaterial terhadap saya, padahal tuduhan bapak tidak benar adanya.
Terkait dengan laporan karyawan sudah ada jalurnya ke disnaker dan apabila bukti sudah kuat bisa dilaporkan ke pengadilan industri. Bapak sudah menggunakan foto saya dan suami tanpa ijin dan mengatakan di video bapak bahwa saya bandar narkoba. Bapak merasa terkenal ya dengan hanya menelepon saya tahu bapak siapa?
Tidak pernah bapak mengundang resmi saya secara baik-baik untuk mediasi. Saya menganggap dan bilang bapak penipu karena saya menerima telpon dari nomor tidak dikenal dan pada saat itu saya berada diluar kota, Mengingat banyak nya penipuan melalui telepon. Akibat perbuatan bapak keluarga dan anak-anak saya di teror dan di serang,mendapatkan bullying,bapak sebagai sebagai pimpinan mencinptakan tradisi bullyinh.
Saya juga rakyat kecil Pak, Bapak berkata-kata kasar kepada saya di telepon. Inikah sikap seseorang yg mengaku pimpinan pemerintahan Surabaya? @cakj1 @ericahyadi_," tulis Diana di akun media sosialnya.