Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Siapakah Friedrich Merz? Politisi yang Diprediksi Menjadi Kanselir Baru Jerman

Viandra Rizqi • Selasa, 25 Februari 2025 | 13:30 WIB
Friedrich Merz. (Dok. via abgeordnetenwatch.de)
Friedrich Merz. (Dok. via abgeordnetenwatch.de)

JawaPos.com - Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana pemimpin suatu negara dipilih langsung oleh rakyatnya. Salah satu mekanisme utama dalam sistem ini adalah pemilihan umum (pemilu), yang menjadi sarana bagi pemerintah untuk memperoleh legitimasi kekuasaan. Pada tahun 2024, sejumlah negara seperti Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis sukses menyelenggarakan pemilu yang berujung pada pergantian kepemimpinan di sektor eksekutif.

Jerman, sebagai negara demokrasi di Eropa, baru saja melangsungkan pemilu pada 23 Februari 2025. Dikutip dari tatsachen-ueber-deutschland.de, Jerman diketahui memiliki sistem pemerintahan Republik Parlementer Federal. Pada sistem pemerintahan ini, Presiden merupakan kepala negara dan Kanselir merupakan kepala pemerintahan yang merancang dan menjalankan kebijakan nasional.

Sebelum pelaksanaan pemilu pada 23 Februari lalu, pemerintahan Jerman dipimpin oleh koalisi Partai Sosial Demokrat (SPD) dan Partai Hijau dengan Olaf Scholz dari SPD sebagai Kanselir sejak 2021. Awalnya, koalisi ini juga mencakup Partai Demokrat Bebas (FDP), namun partai tersebut akhirnya keluar dari pemerintahan setelah pemecatan ketuanya, Christian Lindner, yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Jerman. Scholz memecat Lindner pada November 2024 akibat perbedaan pandangan mengenai kebijakan ekonomi, khususnya terkait penolakan kenaikan pajak dan pemangkasan program kesejahteraan, sebagaimana dikutip dari pbs.org.

Pemecatan Lindner dan keluarnya FDP memicu krisis politik yang berujung pada pemilu lebih awal, yang seharusnya baru dilaksanakan setelah Februari 2025. Berdasarkan laporan bbc.com, hasil pemilu menunjukkan bahwa Partai Persatuan Demokratik Kristen (CDU) meraih suara terbanyak dengan 28,6%, diikuti oleh Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) dengan 20,8%, dan SPD berada di posisi ketiga dengan 16,4% suara. Dengan hasil ini, CDU dan pemimpinnya, Friedrich Merz, diprediksi menjadi kekuatan dominan di parlemen sekaligus pemegang jabatan Kanselir yang baru.

Lalu siapakah sosok Friedrich Merz?

Friedrich Merz lahir pada 11 November 1955 di Brilon, Jerman Barat. Ayahnya, Joachim Merz, adalah seorang hakim sekaligus anggota CDU, sedangkan ibunya, Paula Savigny, memiliki garis keturunan bangsawan Prancis.

Pada 1975, Merz bergabung dengan Angkatan Darat Jerman sebagai prajurit di satuan artileri swagerak. Pada tahun berikutnya Merz diterima sebagai mahasiswa di Universitas Bonn sebelum akhirnya pindah ke Universitas Marburg.

Menurut kas.de, perjalanan politik Merz dimulai sejak ia bergabung dengan CDU pada 1972. Ia kemudian menikahi sesama calon pengacara beranam Charlotte Gass pada 1981 dan dikaruniai tiga anak. Karier politiknya mulai menanjak ketika ia terpilih sebagai anggota Parlemen Uni Eropa pada 1989, lalu melanjutkan kiprahnya di parlemen nasional Jerman (Bundestag) pada 1994 sebagai perwakilan Hochsauerlandkreis.

Berdasarkan sumber yang sama, Merz kemudian menjadi anggota komite keuangan yang berperan signifikan. Dua tahun setelah terpilih sebagai anggota Bundestag, ia ditunjuk sebagai ketua fraksi CDU/CSU dalam komite tersebut untuk merancang reformasi kebijakan perpajakan di Jerman. Setelah CDU mengalami kekalahan dari SPD dalam pemilu 1998, Merz berupaya memperbarui program kerja partainya dan menjabat sebagai wakil ketua fraksi CDU di Bundestag di bawah kepemimpinan Wolfgang Schäuble.

Memasuki abad ke-21, karier politik Friedrich Merz mengalami perkembangan pesat sekaligus tantangan besar. Hingga akhir abad ke-20, ia dikenal sebagai salah satu politisi muda Jerman dengan prospek cemerlang. Berikut adalah perjalanan politiknya di era yang lebih baru.

Menurut laporan voxnews.al, Merz terlibat dalam persaingan ketat dengan Angela Merkel untuk memperebutkan posisi pemimpin CDU setelah partai tersebut kembali mengalami kekalahan dalam pemilu 2002. Persaingan ini tidak hanya sebatas perebutan jabatan, tetapi juga berujung pada dikeluarkannya Merz dari struktur kepemimpinan partai setelah Merkel resmi menjabat sebagai ketua. Di kemudian hari, Merkel mencetak sejarah sebagai Kanselir perempuan pertama Jerman, memimpin negara dari 2005 hingga 2021.

Baca Juga: Kampung Konservasi Rimbun: Surga Hijau Tersembunyi di Tangsel yang Menawarkan Edukasi dan Keindahan Alam

Setelah dikeluarkan dari partainya, Merz bekerja sebagai pengacara dan pebisnis dan sering kali mengunjungi Amerika Serikat dan Tiongkok. Merz juga berprofesi sebagai eksekutif di berbagai perusahaan multinasional dan berhasil meningkatkan jumlah kekayaannya.

Tahun 2018 menjadi titik balik bagi Merz. Mengutip kembali voxnews.al, ia mencoba kembali ke dunia politik setelah Merkel mengundurkan diri sebagai Ketua CDU. Namun, usahanya untuk merebut kepemimpinan partai tidak membuahkan hasil. Saat CDU mengalami kekalahan dalam pemilu 2021, Merz kembali mencalonkan diri sebagai ketua partai, tetapi upaya keduanya juga gagal.

Menurut knowinsiders.com, barulah pada Januari 2022 Merz berhasil memenangkan kursi ketua CDU setelah pendahulunya, Armin Laschet, mundur dari jabatannya hanya dalam waktu satu bulan. Sebagai pemimpin baru CDU, ia menekankan kebijakan konservatisme fiskal yang ketat, mendukung deregulasi serta penerapan pasar bebas di Jerman. Selain itu, ia juga menyerukan kebijakan imigrasi yang lebih ketat untuk memastikan integrasi imigran ke dalam norma dan budaya Jerman. Dalam konteks hubungan dengan Uni Eropa, Merz mendorong kepemimpinan Eropa yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai isu global.

Kemenangan CDU dalam pemilu 2025 membawa Friedrich Merz semakin dekat dengan kursi Kanselir Jerman. Bagaimana menurutmu, ke mana arah kebijakan luar negeri Jerman di bawah kepemimpinan Merz?

Baca Juga: Dinkes Tangsel Targetkan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan pada 2026: Fokus pada SDM dan Sarana Prasarana

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#kanselir jerman #jerman #Friedrich Merz #kanselir #politik