Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mengenal Kisah Lomphat, Anak Gajah yang Viral di TikTok setelah Diselamatkan dari Jerat

Nindya Putri Hermansyah • Sabtu, 18 Januari 2025 | 14:30 WIB

Lomphat, bayi gajah yang terjerat tali di Kamboja. (Dok. Wildlife Alliance)
Lomphat, bayi gajah yang terjerat tali di Kamboja. (Dok. Wildlife Alliance)

JawaPos.com - Lomphat, seekor anak gajah jantan berusia lima bulan, menjadi viral di TikTok setelah diselamatkan dari jerat di Provinsi Mondulkiri, Kamboja.

Dilansir dari The Phnom Penh Post, kejadiannya berawal ketika hari Minggu (8/12), gajah muda dengan berat sekitar 200kg ini sedang berlari di sepanjang jalan tanah di dekat stasiun pusat di Desa Memom.

Seorang penjaga hutan di Cagar Alam mendapati salah satu kaki gajah tersebut dijerat oleh sesuatu hingga ia menyimpulkan bahwa gajah berlari akibat mencari bantuan, menurut laporan dari Departemen Lingkungan Provinsi.

Para penjaga hutan segera mengepung dan menangkap gajah tersebut, memeriksa dengan hati-hati luka yang dideritanya akibat jerat di kaki depan kanan.

Baca Juga: 7 Manfaat Lidah Buaya yang Luar Biasa, Mampu Membuat Kulit Sehat dan Berkilau Sepanjang Waktu

Ponleu Rasmey, seorang anggota komunitas etnis Kuy, mengunggah sebuah video di Facebook pada 9 Desember yang memperlihatkan gajah yang terperangkap dalam kondisi kesulitan. Video berdurasi dua menit tersebut diberi keterangan, "Bagaimana seseorang tidak memiliki hati hingga melakukan ini? Bahkan bayi gajah yang terancam punah pun tidak dibiarkan hidup tenang".

Dalam video tersebut, anak gajah itu tampak menangis sementara sekitar sepuluh anggota komunitas berusaha membebaskannya dari jerat kabel. Mereka menahan kepala, kaki, dan telinga gajah untuk mencegah gerakan, sambil memotong jerat dengan meyakinkan gajah dengan kata-kata menenangkan, "Jangan menangis, kami di sini untuk membantu."

Melapor dari tulisan The Phnom Penh Post, tim dari Wildlife Alliance (WA) segera melakukan penyelematan terhadap Lomphat dengan memberikan susu, cairan infus, dan memberikan perawatan awal untuk luka akibat jerat. Keadaannya terdeteksi stabil meski luka tersebut cukup serius sehingga diperlukan perawatan lebih lanjut.

"Kesehatannya stabil dan tidak dalam kondisi kritis. Jerat itu melukai kaki depan kanan, meskipun lukanya parah, kami telah memulai langkah-langkah pengobatan," jelas Try Sitheng, pejabat dari Wildlife Alliance usai ditanyai mengenai kondisi Lomphat.

Baca Juga: Bebas Visa! Ini Daftar 19 Negara Asia yang Bisa Dikunjungi Pemegang Paspor Indonesia di Tahun 2025

Pada hari Senin (9/12) atau keesokan harinya, Lomphat dipindahkan ke Phnom Tamao Wildlife Rescue Centre untuk mendapatkan perawatan mendetail.

Menurut Din Bunthoeun, Direktur sementara Dinas Lingkungan Hidup Mondulkiri Kamboja, luka di kaki Lomphat menunjukkan tanda-tanda infeksi serius, yang memerlukan perhatian medis lebih intensif.

"Luka tersebut mengungkapkan daging yang terinfeksi dan berbau tidak sedap. Kami khawatir akan infeksi bakteri, karena kami tidak memiliki keahlian untuk memantau di sini. Proses penyembuhan diperkirakan akan memakan waktu antara tiga hingga enam bulan," katanya.

Jerat tersebut diduga dipasang untuk menangkap satwa liar lain, namun secara tidak sengaja menangkap gajah muda ini. Walaupun telah dilakukan berbagai kampanye untuk menghentikan pemasangan jerat ilegal, nyatanya beberapa individu masih tetap melakukan hal ini.

“Kami terus melakukan program pendidikan dan sebagian besar masyarakat memahami hal ini. Namun, perangkap ini sering kali ditujukan untuk satwa liar, tapi bisa saja menangkap hewan lain atau bahkan manusia,” tambah Din Bunthoeun.

Dia juga menyatakan bahwa departemen akan terus melaksanakan kegiatan edukasi dan pelestarian secara tahunan dengan fokus pada partisipasi masyarakat untuk mencegah kejadian serupa.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#viral #anak gajah #kamboja #tiktok #Lomphat