JawaPos.com - Tesla, perusahaan mobil listrik milik miliarder Elon Musk, tengah dalam sorotan. Diketahui Tesla adalah penerima dana hibah fantastis dari pemerintah Inggris. Nilainya mencapai 200 juta poundsterling atau Rp 4 triliun.
Dana hibah itu diterima Tesla sejak 2016. Menurut analisis Tussell, firma yang memantau data kontrak publik, mayoritas hibah senilai £188 juta (sekitar Rp 3,7 Triliun) berasal dari Departemen Transportasi Inggris (Department for Transport atau DfT).
Dana ini terkait dengan skema plug-in car grant, yang diperkenalkan pada 2011 untuk memberikan diskon hingga £5.000 (sekitar Rp 100 juta) bagi pembelian kendaraan listrik baru. Skema ini bertujuan mendorong adopsi kendaraan listrik dan plug-in hybrid, tetapi program tersebut dihentikan pada Juni 2022.
’’Kami melihat skema ini sebagai cara untuk mengurangi emisi karbon dengan mempercepat transisi ke kendaraan listrik,’’ ujar seorang pejabat DfT, dilansir The Guardian, kemarin (9/1). Selain dari DfT, Tesla juga memperoleh hibah dari Dewan Stirling dan pemerintah Skotlandia.
Di sisi lain, Tesla kini menghadapi tantangan signifikan. Pada 2024, Tesla mencatat penurunan pengiriman tahunan untuk pertama kalinya dalam sejarah. Menurut laporan resmi, model kendaraan Tesla dinilai mulai usang dan gagal menarik minat konsumen.
Sosok Musk sendiri menuai kontroversi karena akhir-akhir ini kerap mengkritik pemerintah Inggris. Musk melancarkan kritik memanfaatkan media sosial X miliknya. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahkan mencap tindakan Musk sebagai “kebohongan dan disinformasi’’. (din/bay)
Editor : Hendra