JawaPos.com - Tim nasional Indonesia mulai kemarin terkonfirmasi tidak lagi dilatih Shin Tae-yong (STY). Manajer timnas Indonesia Kombespol Sumardji menjadi delegasi PSSI untuk mengurus pengakhiran kerja sama dengan STY. Berdasar penuturan Sumardji, STY menerima pemecatannya dengan lapang dada.
"Prinsipnya coach Shin menerima pemutusan hubungan kerja antara PSSI dan STY," ujar Sumardji kemarin.
Dia menambahkan, STY mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama hampir lima tahun menjadi pelatih timnas Indonesia. Selama melatih timnas Indonesia, pelatih asal Korea Selatan tersebut telah membawa tim Merah Putih menjadi runner-up Piala AFF 2020.
Juga, membawa tim Indonesia U-23 menjadi runner-up Piala U-23 2023.
STY juga membawa timnas Indonesia mencicipi sejarah lolos ke babak 16 besar Piala Asia di Piala Asia 2023 Qatar. Juga, sejarah baru membawa tim Indonesia U-23 menjadi semifinalis Piala Asia di Piala Asia U-23 2024 Qatar.
Sebelum dipecat, STY sedang fokus mengarungi ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pada ajang itu, Indonesia meraih satu kemenangan, tiga hasil imbang, serta dua kekalahan.
"Dia mendoakan semoga timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026," tegas Sumardji.
Sejumlah pemain merasa kehilangan sosok panutan atas keputusan mendadak yang diambil PSSI itu. Rizky Ridho, defender timnas Indonesia, memberikan kesan baik terhadap STY. Menurut Ridho, mantan pelatih timnas Korea Selatan tersebut lebih dari sekadar pelatih di lapangan. Tapi juga mentor, orang tua, teman, dan panutan.
"Dia mendorong saya melampaui batas. Menanamkan kedisiplinan. Membangun mental kuat. Dan, membantu saya tumbuh menjadi pemain seperti sekarang," ucap pemain Persija Jakarta itu.
Nova Arianto, asisten STY di timnas Indonesia, menilai mantan pelatih tim Korea Selatan U-20 tersebut sudah memberikan warna dan cerita baik untuk sepak bola Indonesia. "Pastinya kami beruntung dengan keberadaan coach Shin selama hampir lima tahun di timnas Indonesia.
Kita bisa melihat timnas sekarang berada di level yang berbeda. Setidaknya, kami tahu apa saja yang menjadi kekurangan pemain timnas selama ini," ucap Nova.
Mantan pemain Persib Bandung dan Persebaya Surabaya itu juga mengaku banyak mendapatkan pelajaran penting. Mulai dari etos kerja, pendirian, sampai kedisiplinan. karir kepelatihan saya ke depan," tandasnya.
Kehilangan STY jadi pukulan telak bagi beberapa pemain langganan timnas. Kiper Persebaya Surabaya Ernando Ari punya utang budi kepada pelatih asal Korea Selatan itu.
Semua terjadi pada 2021. Ernando mengalami masalah pada bahu kanannya. Tapi, kiper asli Semarang itu masih memaksakan diri untuk latihan. Padahal, kondisi cederanya itu ternyata cukup parah.
Baca Juga: Klasemen Grup B AFF 2024: Timnas Indonesia Turun ke Peringkat ke-3 dan Gagal Lolos ke Semifinal
"Kalau bukan karena coach Shin yang menyuruh saya berhenti latihan dan melakukan operasi, mungkin saya tidak bisa melangkah sejauh ini," kata kiper 22 tahun tersebut. Pasca diminta STY untuk operasi, Ernando sempat absen lama. Dia kemudian comeback dan selalu jadi pilihan utama STY. "Terima kasih, coach," tambahnya.
Marselino Ferdinan juga sama. Dia pertama kali mendapat panggilan timnas saat dilatih STY. Pemain asli Surabaya itu sangat dekat dengan STY.
"Sangat bangga bisa berbagi pengalaman selama empat tahun bersama Coach Shin. Saya seperti kehabisan kata-kata," jelas mantan pemain Persebaya itu. Dia sangat menghargai ilmu yang sudah diberikan STY selama ini. "Saya cuma bisa bilang terima kasih atas semua yang kamu berikan. Semoga bisa berjumpa lagi di masa depan," pungkas Marsel. (fiq/gus/ady)
Editor : Hendra