JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) berupaya meningkatkan kesejahteraan guru di bawah binaan mereka. Yakni, dengan menyelesaikan target sertifikasi guru. Bagi yang sudah ikut sertifikasi guru, mereka berpotensi untuk mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).
Saat ini tercatat masih ada 620.716 guru binaan Kemenag yang belum mengikuti sertifikasi atau pendidikan profesi guru (PPG). Perinciannya adalah guru madrasah sebanyak 484.678 orang. Kemudian, guru pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah umum 95.367 orang. Lalu, guru agama Kristen 29.002 orang, guru agama Katolik 11.115 orang, guru agama Hindu 494 orang, guru agama Buddha 689 orang, dan guru agama Khonghucu 176 orang.
Menag Nasaruddin Umar mengatakan, penuntasan program PPG itu sangat penting. Tidak semata terkait masalah kesejahteraan. Tetapi, juga berkaitan dengan profesionalisme guru. ’’PPG dalam jabatan adalah solusi strategis dalam mengatasi kesenjangan sertifikasi guru di lingkungan Kemenag,’’ kata Nasaruddin dalam keterangannya kemarin (5/1).
Wamenag H.M. Romo Syafi’i mengatakan, mereka mendapatkan amanat khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Yaitu, menyelesaikan tanggungan PPG dalam waktu dua tahun ke depan. ’’Semua harus selesai. Saya minta setiap satker (satuan kerja) yang mengurus masalah ini bekerja dengan cepat, taktis, dan sungguh-sungguh,’’ tuturnya.
Dia menegaskan, program PPG dalam jabatan itu menjadi prioritas Kemenag. Sehingga anggaran untuk pos lainnya bisa dirasionalisasi. ’’Anggaran pengadaan laptop perlu dirasionalisasi. Seremonial kita tekan dulu. Saya minta semua pihak mendukung program Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan guru,’’ tambahnya.
Pelaksanaan PPG dalam jabatan Kemenag dimulai 1 Maret secara serentak di 56 LPTK dengan lima angkatan yang masing-masing berlangsung selama 45 hari. Seleksi peserta akan dilakukan melalui sistem berbasis data untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. (wan/c6/bas)
Editor : Hendra