JawaPos.com - 2024 menjadi momen penting bagi industri kripto. Hal itu didorong oleh bitcoin halving dan peluncuran bitcoin ETF di berbagai negara yang meningkatkan adopsi dan mendorong pergerakan harga aset digital secara global.
Peralihan ke 2025 diprediksi menjadi momen krusial bagi industri. Bitcoin halving pada April 2024 lalu mengindikasikan potensi kenaikan harga yang signifikan pada tahun ini. Secara historis, puncak harga aset kripto biasanya terjadi setahun setelah halving. Hal itu menjadikan tahun ini sangat dinantikan bagi para investor.
Optimisme itu semakin diperkuat dengan persetujuan Bitcoin ETF di berbagai negara. Termasuk Amerika Serikat (AS) yang membuka akses investasi lebih luas bagi ritel dan institusi serta, meningkatkan eksposur di pasar global.
Tidak hanya itu, memasuki 2025 pasar kripto juga akan didorong oleh sentimen pelantikan presiden terpilih AS Donald Trump yang melakukan berbagai kebijakan pro kripto. Salah satunya, menghapus pajak capital gain. Trump juga akan membeli bitcoin untuk dijadikan cadangan devisa negara. Rencananya, pembelian akan dilakukan selama 5 tahun berturut-turut dengan nilai 200 ribu bitcoin per tahun. Apalagi, kepala SEC baru juga pro kripto.
Dengan kemajuan teknologi dan adopsi global yang terus meningkat, bitcoin berpotensi menjadi aset jangka panjang yang bernilai. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Jerome Powell, Gubenur Federal Reserve (The Fed), yang menyebut bahwa bitcoin lebih mirip dengan emas, namun dalam bentuk digital.
Meskipun demikian, momen bull run bukan berarti tanpa resiko. Strategi take profit yang bijak sangat perlu diperhatikan untuk memaksimalkan keuntungan. Salah satu strategi adalah melakukan exit secara bertahap di titik-titik krusial.Misalnya, saat bitcoin mencapai harga psikologis seperti USD 100 ribu atau USD 110 ribu nanti. Profit investasi itu harus bisa dibawa ke dunia nyata. (bil/dio)