JawaPos.com – Pemerintah akan menjalankan makan bergizi gratis (MBG) mulai 5 Januari 2025. Namun, sebelum pelaksanaan, mulai muncul dugaan penipuan dengan modus program MBG. Hal itu terjadi di Kota Kediri, Jawa Timur, dan Magelang, Jawa Tengah.
Di Kota Kediri sedikitnya ada 70 pelaku usaha katering yang tertipu program MBG fiktif. Mereka diminta menyetor uang jaminan untuk bisa menjadi mitra program MBG. Oknum dari Kelompok Masyarakat (Pokmas) Manunggal Cipto Roso Kuliner meminta uang jaminan Rp 1 juta untuk calon mitra yang bisa menyiapkan menu seribu porsi.
Selanjutnya, calon mitra yang bisa menyiapkan menu tiga ribu porsi diminta membayar Rp 3 juta. Oknum pokmas yang mengaku memenangkan tender penyuplai paket MBG dari Kodim 0809 Kediri itu menawarkan untuk menjalin kerja sama selama lima tahun.
Hal tersebut berhasil memikat ibu-ibu pelaku usaha katering untuk menyetor uang. Total yang terkumpul mencapai Rp 72 juta.
Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama memastikan Kodim 0809 Kediri belum melakukan lelang mitra penyuplai program MBG. Bahkan, hingga Jumat (27/12) lalu mereka belum mendirikan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang akan menangani program MBG.
’’Kami minta masyarakat berhati-hati. Tidak mudah percaya iming-iming kerja sama yang mengatasnamakan program (MBG, Red). Apalagi kalau sampai menarik pungutan,” tegas perwira dengan pangkat dua bunga tanjung di pundaknya itu dilansir Jawa Pos Radar Kediri.
Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji mengatakan bahwa hingga kemarin (29/12) pihaknya belum menerima laporan dari para korban. ’’Mereka (para korban, Red) sudah berkumpul bersama untuk musyawarah dan berharap uangnya kembali,” tulis Bramastyo melalui WhatsApp.
Dari pertemuan itu, menurut Bramastyo, Margareta sebagai pihak pokmas yang meminta pungutan uang sudah sepakat mengembalikan uang kepada para pelaku usaha katering. ’’Paling lambat (pengembalian uang, Red) 31 Desember,” lanjutnya.
Di Magelang, modus yang beredar para penipu berasal dari individu, tim, maupun kelompok yang mengaku dari perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) atau punya akses ke BGN. ’’Kami tidak pernah melibatkan individu atau kelompok mana pun secara sepihak tanpa instruksi dari Badan Gizi Nasional,” tegas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Magelang M. Rauuf Oktavian Nur kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Rauuf menyampaikan, pihaknya telah menerima sekitar lima laporan dugaan percobaan penipuan terkait MBG yang terjadi di Kota dan Kabupaten Magelang selama Oktober hingga Desember 2024. Korbannya ada yang individu, pengusaha katering, pemilik tanah, pemilik bangunan, maupun pemodal.
’’Para penipu ini bergerak melalui direct message di Instagram, WhatsApp, atau datang langsung ke kantornya. Mereka (para korban) biasanya didatangi oleh seseorang yang mengatasnamakan BGN dengan membawa identitas atau surat keputusan palsu,” jelasnya.
Jika ada kerja sama, lanjut dia, pihaknya hanya menjalin kerja sama dengan dinas maupun instansi terkait. Misalnya, dinas kesehatan, dinas pendidikan, polres, kodim, Akmil, serta instansi terkait lainnya.
Jika ada masyarakat yang ingin kerja sama dengan BGN dalam hal menjadi supplier, Rauuf menyebut hanya bisa mengajukan kerja sama melalui satu pintu dengan mengakses situs web resmi BGN, yakni mitra.bgn.go.id. Dia juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan untuk melapor ke polisi. ’’Nanti kami bisa bantu sebagai bukti tambahan,” ujarnya. (nov/ut/rfk/c6/dio)
Editor : Hendra