Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Nvidia Mulai Fokus Kembangkan Robotika: Awal 2025, Siap Luncurkan Robot Manusia Jetson Thor

Hendra Eka • Selasa, 31 Desember 2024 | 11:00 WIB

 

CEO Nvidia Jensen Huang.
CEO Nvidia Jensen Huang.

JawaPos.com - Nvidia kini tengah mengarahkan perhatian besar pada sektor robotika. Langkah raksasa semikonduktor asal Amerika Serikat itu diambil seiring dengan semakin ketatnya persaingan di pasar chip kecerdasan buatan (AI) yang telah menjadi inti dari bisnis mereka.

  Nvidia sebagai perusahaan pendukung utama untuk perkembangan AI global, kini mempersiapkan langkah besar dengan meluncurkan produk baru. Pada paruh pertama 2025, mereka akan merilis generasi terbaru komputer kompak untuk robot humanoid, yang dinamakan Jetson Thor. Nvidia berambisi menjadi platform terdepan dalam revolusi robotika yang diprediksi akan segera terjadi.

  Momen ChatGPT untuk AI fisik dan robotika sudah dekat,’’ kata Deepu Talla, Wakil Presiden Robotika Nvidia, melansir Financial Times kemarin (30/12). Menurutnya, pasar robotika kini telah mencapai titik kritis, menandakan bahwa teknologi ini siap berkembang pesat setelah bertahun-tahun berada di tahap yang relatif lambat.

  Nvidia, siap melangkah lebih jauh dengan menawarkan solusi ’’full stack’’ dalam robotika. Yakni mulai dari perangkat lunak untuk pelatihan robot bertenaga AI hingga chip yang menjadi otak bagi robot tersebut.

Baca Juga: Elon Musk Sumringah xAI Raih Modal Rp97 T dari 97 Investor Besar Mulai Nvidia, AMD, Andreessen Horowitz, Blackrock, hingga, Kingdom Holdings

  Perusahaan ini juga telah berinvestasi di ruang AI fisik, bekerja sama dengan perusahaan robotika lainnya, seperti Figure AI, yang baru-baru ini mencapai valuasi USD 2,6 miliar (sekitar Rp 42 triliun).

  Robotika saat ini masih merupakan pasar yang relatif kecil, namun memiliki potensi besar meskipun belum memberikan keuntungan signifikan. Banyak perusahaan rintisan di bidang ini masih dalam tahap berjuang. Terutama untuk meningkatkan skala produksi, menurunkan biaya, dan meningkatkan akurasi produk robotik.

  Talla menambahkan, perubahan besar di pasar robotika kini didorong oleh dua terobosan teknologi utama: perkembangan model AI generatif dan kemampuan untuk melatih robot menggunakan lingkungan simulasi. Teknologi ini memungkinkan robot yang dilatih dalam simulasi virtual dapat berfungsi efektif di dunia nyata. Hal ini mengatasi tantangan yang dikenal sebagai Sim-to-Real gap, yaitu perbedaan antara performa robot di dunia simulasi dan kinerjanya di lingkungan nyata.

  ’’Dalam 12 bulan terakhir, gap tersebut telah cukup matang sehingga kami sekarang dapat melakukan eksperimen dalam simulasi, dikombinasikan dengan AI generatif, yang dua tahun lalu tidak bisa kami lakukan,’’ ujar sosok yang bergabung di Nvidia sejak 2013 itu. (din/bay)

Baca Juga: CEO Nvidia Ketagihan Makan Gultik Blok M, Intip Resep Gulai Daging Sapi Simpel yang Mudah Dibuat di Rumah!

 
Editor : Hendra
#kecerdasan buatan #nvidia #robot #robotika #ai