JawaPos.com – Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, kembali mencuri perhatian dunia dengan pernyataan kontroversialnya. Dalam cuitan di media sosial X (dulu Twitter), Musk menanggapi seruan David Beasley, direktur eksekutif Program Pangan Dunia (The World Food Programme/WFP) PBB. Beasley meminta para miliarder menyumbang untuk menyelamatkan jutaan orang dari ancaman kelaparan.
Menurut Beasley kepada CNN, dana sebesar USD 6 miliar (sekitar Rp 97 triliun) dibutuhkan untuk menyelamatkan 42 juta orang yang berada di ambang kelaparan. ’’Jika kita tidak menjangkau mereka, 42 juta orang ini benar-benar akan meninggal. USD 6 miliar dapat membantu mencegahnya. Ini bukan hal yang rumit,’’ tegas Beasley.
Menanggapi pernyataan tersebut, Musk secara terbuka menantang PBB melalui cuitannya di X. ’’Jika WFP bisa menjelaskan secara terperinci di utas X ini bagaimana USD 6 miliar dapat mengatasi kelaparan dunia, saya akan jual saham Tesla sekarang dan menyumbangkannya,” kata Musk dilansir dari Benzinga (24/12).
Musk menekankan bahwa rencana itu harus disertai transparansi penuh dan akuntansi sumber terbuka supaya masyarakat bisa mengawasi penggunaan dana tersebut secara langsung.
Merespons tantangan itu, Beasley mengklarifikasi bahwa dana USD 6 miliar tidak akan sepenuhnya mengakhiri kelaparan global. Namun, dana tersebut dinilai dapat mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar, seperti ketidakstabilan politik dan migrasi massal. ’’Uang itu tidak akan menyelesaikan semuanya, tapi akan mencegah kehancuran global. Itu bisa menyelamatkan jutaan orang dari kelaparan,’’ kata Beasley dalam cuitan yang juga menandai Musk.
Baca Juga: Elon Musk Gratiskan Grok ke Semua User X, Kecerdasan Buatan xAI yang Bisa Hasilkan Teks dan Gambar
Sebagai tanggapan, WFP menyusun rencana terperinci dengan anggaran USD 6,6 miliar. Dana itu ditargetkan untuk membantu 42 juta orang di 43 negara yang mengalami krisis pangan akut. Dalam dokumen yang dibagikan Beasley, WFP memerinci bahwa dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program, termasuk pembelian dan distribusi makanan senilai USD 3,5 miliar (Rp 56,6 triliun). Selain itu, sekitar USD 2 miliar (Rp 32,4 triliun) akan dialokasikan untuk bantuan tunai dan voucher makanan di daerah yang masih memiliki pasar lokal.
Sebanyak USD 700 juta (Rp 11 triliun) digunakan untuk membentuk program ketahanan pangan baru yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing negara. Sementara itu, USD 400 juta (Rp 6,4 triliun) lainnya dialokasikan untuk operasional, manajemen, dan pengawasan.
Meski Musk tidak secara langsung menyumbangkan USD 6 miliar kepada WFP, pada Februari 2022 dia diketahui telah mendonasikan saham Tesla senilai USD 5,7 miliar (sekitar Rp 92,3 triliun) ke yayasan amal miliknya, Musk Foundation. Namun, perincian mengenai penerima manfaat dan penggunaan dana tersebut tidak dipublikasikan. (din/c7/bay)
Editor : Hendra