JawaPos.com - Pemerintah mendorong berbagai program guna menyediakan hunian berkualitas bagi masyarakat. Perbankan pun berlomba-lomba memberikan kredit pemilikan rumah (KPR) yang terjangkau. Misalnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank pelat merah itu bekerja sama dengan PT Delta Mitra Sejahtera menyediakan perumahaan bersubsidi dengan konsep pembangunan hijau dan berkelanjutan.
Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto mengatakan, perseroan merupakan bagian integral dalam ekosistem perumahan. Perseroan berupaya menawarkan skema pembiayaan yang memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses terhadap hunian berkualitas. Hal itu sejalan dengan program Indonesia Green Affordable Housing Program (IGAHP) yang digagas pemerintah.
Sampai akhir November 2024, total penyaluran KPR Bank Mandiri mencapai Rp 67,3 triliun. Angka itu tumbuh sebesar 16,6 persen secara tahunan. Penyaluran skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) menembus Rp 2,88 triliun kepada lebih dari 22 ribu debitur.
Bank berlogo pita emas itu berkolaborasi bersama PT Delta Mitra Sejahtera menggarap proyek hunian seluas 12 hektar di Desa Koper, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Mencakup pembangunan 1.012 unit rumah subsidi FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Pembiayaan 1.012 rumah bersubsidi ini menjadi proyek pertama di Indonesia yang mengadaptasi standar bangunan hijau, meliputi mitigasi, adaptasi, sertifikasi, dan skema pembiayaan kreatif untuk perumahan hijau," ucap Aquarius, kemarin (20/12).
Cikande Business Residence meraih Sertifikat Bangunan Gedung Hijau peringkat Utama dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Juga sebagai program percontohan pembangunan perumahan hijau untuk menekan emisi karbon. Sekaligus mendorong investasi berkelanjutan di sektor perumahan sebagai salah satu langkah menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.
“Kami berharap sinergi ini dapat menghadirkan perumahan hijau yang berkualitas dan terjangkau. Serta membuka jalan bagi pembangunan proyek serupa lainny,” ucapnya.
Direktur Utama PT Delta Mitra Sejahtera Daniel Djumali menjelaskan, sertifikasi menjadi bukti proyek tersebut telah memenuhi standar teknis Bangunan Gedung Hijau (BGH). Berfokus pada efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, serta kenyamanan penghuni. Dirancang dengan menggunakan material ramah lingkungan serta ketahanan terhadap perubahan iklim.
”Mengintegrasikan desain modern dengan teknologi ramah lingkungan. Proyek ini tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan backlog perumahan, tetapi juga mempercepat regenerasi perkotaan melalui pengembangan solusi densifikasi dan revitalisasi pemukiman kumuh," ungkapnya. (han/dio)
Editor : Hendra